Skip to content

Tangkapan Ikan Berkurang, Nelayan Desa Tanjung Bulan Duga Dampak Limbah Pabrik Mengalir Ke Pantai

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Nelayan tradisional Desa Tanjung Bulan Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur mulai keluhkan hasil tangkapan ikan yang terus menurun.

Hasil melaut tidak seperti biasa sebelum adanya limbah pabrik Crude Palm Oil (CPO) yang mengalir ke sungai Beriang dan masuk ke pantai.

Nelayan Desa Tanjung Bulan menilai, ada dugaan akibat limbah yang masuk ke pantai membuat hasil tangkapan ikan nelayan terus berkurang.

Seperti diketahui, aliran sungai Beriang yang sudah bertahun-tahun berubah warna hitam pekat dan berminyak. Air tersebut mengalir menuju pantai.

Namun sayang, perubahan air sungai dan tidak adanya hewan air yang hidup di sungai ini dianggap tidak ada masalah.

Bahkan, disimpulkan bahwa sungai Beriang tidak ditemukan adanya pencemaran limbah pabrik CPO.

Perubahan warna pada sungai hanya pengaruh abu janjang yang terbawa air saat hujan. Bukan karena tercemar limbah pabrik.

Nelayan di Desa Tanjung Bulan ini akan menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kaur. Meminta adanya keseriusan dan ketegasan pemeriksaan limbah pabrik.

Sebelum ada pabrik beroperasi, hasil tangkapan nelayan lumayan. Namun, sejak beberapa tahun terkhir adanya dugaan limbah mengalir ke pantai hasil melaut nelayan turun drastis.

“Ya, pak kami akan datang ke DPRD minta bantuan kesana soal limbah yang berpengaruh pada penghasilan nelayan. Kami secara lisan sudah menyampaikan ke anggota dewan, namun belum secara resmi. Akan kami sampaikan secara resmi pengaduan kamu,” ucap salah seorang nelayan setempat, Kusdianto (43).(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan