KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Kasus Vidio Call Sex (VCS) yang beredar dengan pemeran oknum Kades di Kecamatan Maje Kabupaten Kaur berbuntut panjang.
Beredarnya VCS tersebut, membuat warga menuntut oknum Kades ini meletakkan jabatannya sebagai Kades karena dinilai melanggar norma susila, adat dan agama.
Warga desa menuntut agar Kades untuk undur diri dari jabatan dan mendesak pemerintah daerah mengeluarkan surat pemberhentian Kades.
Meskipun, Kades sudah memberi klarifikasi kepada instansi terkait seperti Inspektorat maupun instansi lainnya. Permintaan maaf secara terbuka juga sudah disampaikan kepada warga.
Namun sayangnya, warga desa yang sudah terlanjur kecewa atas insiden tersebut tetap meminta Kades berhenti dari jabatannya.
Kades menyampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan musibah. Ia menjadi korban hipnotis seseorang yang meminta dirinya menuruti semua permintaan melalui VCS tersebut.
Kades mengakui bahwa kejadian tersebut dibawa alam sadarnya bukan karena kesengajaan.
Dengan alasan inilah, Kades keberatan atas tuntutan warga yang meminta dirinya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kades.
Kades meminta kepada warga untuk mengerti “Musibah” yang dialaminya. Kades juga sangat menyadari, VCS tersebut melukai dan menimbulkan keresahan warga desa.
“Saya bersumpah bahwa kejadian ini diluar kesadaran. Saya dihipnotis, inilah adalah musibah bagi diri dan keluarga bahkan warga desa,” ucapnya.
“Jika saya sengaja dalam VCS tersebut, saya siap mengundurkan diri dari jabatan. Bahkan, saya siap undur diri dari desa ini,” ungkap Kades mengklarifikasi kepada warga desanya seperti dilansir dari laman bengkulupost.com.(yti)

Leave a comment