Skip to content

Terkadang Kita Membenci Luka Yang dirasakan, Tapi Tunggu Dulu, Mungkin Kita Telah Menghina Kekuatan Besar Dalam Hidup

Ilustrasi

NUSANTARAMAILS.COM – Kita semua pernah berada diposisi yang sangat sakit. Kita semua pernah berada disana. Bangun dengan rasa sakit yang tidak terlihat, membawa bekas luka emosional yang membuat kita bersembunyi dari dunia.

Bianca Sparacino mengatakan bahwa orang yang paling terlukalah yang justru menolak menjadi keras, karena mereka tidak pernah ingin membuat orang lain merasakan penderitaan yang sama.

Bayangkan kekuatan apa yang dibutuhkan untuk tetap lembut saat dunia telah menyakitimu berkali-kali.

Ada keindahan dalam kesedihan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ketika kamu menangis di kamar mandi office, saat kamu berhenti di tengah jalan karena tiba-tiba tidak kuat lagi, saat kamu merasa seperti pecahan kaca yang tidak bisa disatukan kembali.

Tapi inilah kebenarannya “air mata itu tidak menunjukkan kelemahanmu, mereka menunjukkan bahwa kamu masih mampu merasakan, masih hidup, masih berjuang”.

Baca Juga : 

Aman Diharmawan : Itu Lahan Desa dan Disebelahnya Sudah Berdiri GSG, Gudang BUMDes dan Lapangan Voli serta Futsal

Proses penyembuhan bukan tentang melupakan. Bukunya bilang: “Penyembuhan bukan tentang melanjutkan; itu tentang bergerak maju.” Perubahan itu brutal dulu, menyakitkan, membuat kamu ingin kembali ke zona nyaman. Tapi kemudian kamu sadu: kamu bukan lagi orang yang sama.

Kamu menjadi versi yang lebih dalam, lebih penuh welas asih, lebih mengerti arti bertahan hidup.

Setiap bekas luka punya cerita, dan setiap cerita punya makna. Mereka bukan cacat, mereka adalah medali perang yang patut kamu pakai dengan bangga.

Kamu bukan korban dari masa lalumu; kamu adalah bukti bahwa manusia bisa hancur berkeping-keping dan tetap bangun lagi.

Luka-lukamu bukan untuk disembunyikan, mereka adalah bukti bahwa kamu pernah mencinta, pernah jatuh, dan yang terpenting: pernah memilih untuk tetap hidup.

Jadi lain kali kamu melihat bekas luka di tubuh atau di hatimu, jangan cepat-cepat menyumpahinya. Tanyakan dulu: Apa pelajaran yang ingin disampaikan? Karena kadang, kekuatan terbesar kita tersembunyi di tempat yang paling kita benci.

Dan kamu? Kamu adalah bukti hidup bahwa luka bukan akhir dari cerita – mereka adalah awal dari kebangkitan.(yti)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan