NUSANTARAMAILS.COM – Melansir dari berbagai sumber, kisah hidup dua saudara kandung yang berbeda ideologi berakhir tragis. Ya, kisah ini dialami oleh Jenderal S Parman dan sang kakak, Sakirman pentolan PKI.
Di sebuah rumah sederhana di Wonosobo, dua bersaudara pernah tumbuh bersama. Siswondo Parman (S Parman), yang kelak dikenal sebagai perwira intelijen Angkatan Darat, dan Sakirman, yang kelak menduduki kursi penting di Politbiro PKI.
Masa kecil mereka tidak jauh berbeda dari anak-anak desa lain: bermain di sawah, belajar di sekolah desa, mendengar dongeng ibu tentang perjuangan rakyat.
Namun jalan hidup membawa mereka ke arah yang sangat berbeda.
S. Parman menempuh jalur militer. Pendidikan kedokteran yang sempat dijalaninya berubah arah ketika Jepang masuk, dan ia akhirnya mengabdikan diri pada intelijen Angkatan Darat.
Kecerdasannya menjadikannya salah satu perwira yang paling disegani. Ia tahu benar ancaman komunisme, karena setiap laporan yang masuk ke mejanya menggambarkan rencana, infiltrasi, dan propaganda PKI.
Baca Juga :
Dalam benaknya, “PKI ingin menggantikan dasar negara ini dengan ideologi yang tak sesuai dengan jiwa bangsa.” Sakirman, kakaknya, justru memilih jalan revolusi rakyat ala Marxisme.

One comment