NUSANTARAMAILS.COM – Letnan Kolonel (Letkol) Untung pemimpin pasukan Cakra Birawa menculik dan membunuh para jenderal TNI AD di Lubang Buaya Kawasan Halim Perdana Kusuma dalam tragedi 30 September (G30S).
Letkol Untung menghadapi regu tembak polisi militer di Lembang, Jawa Barat (Jabar) atas hukuman mati pada tahun 1967.
Dipersidangan Mahkamah Militer, Letkol Untung terbukti bersalah dan divonis Hukuman Mati atas aksi penculikan dan pembunuhan terhadap para Jenderal.
Sampai menjelang eksekusi mati, Untung masih percaya, bahwa nyawanya masih selamat. Bukan tanpa sebab, Untung merasa kedekatannya dengan Soeharto bisa membatalkan putusan mati yang di hadapinya.
Baca Juga :
Bupati Bengkulu Selatan Terima Masukan GP Ansor: Pemuda Harus Jadi Motor Perubahan
Tapi apa boleh buat, sampai detik Letkol Untung di ikat pada pancang tiang eksekusi, Soeharto tak kunjung menyelamatkan.
Letkol Untung yang tak Beruntung. Akhirnya ia menghadapi regu tembak di Lembang.
Sebelum peluru para ekskutor menerjang tubuhnya, Letkol Untung dengan mata tertutup kain meneriakkan kalimat lantang : “Hidup Bung Karno!”
Letkol Untung mengakhiri perjalanan hidupnya diujung moncong senjata regu tembak polisi militer yang menjalankan tugas mengeksekusi putusan hukuman mati terhadap Letkol Untung di Lembang.(**)
Pusat Persenjataan dan Sejarah Militer (PPDSM)

One comment