NUSANTARAMAILS.COM – Untuk menghasilkan buah kelapa sawit dengan kualitas yang sangat baik, maka metode yang digunakan dalam pemupukan tanamannya juga harus tepat.
Para petani kelapa sawit biasanya melakukan beberapa teknik pemupukan yang sering dilakukan.
Jika keliru dalam menentukan cara pemupukan kelapa sawit maka hasilnya pun tidak akan begitu optima. Berikut ini adalah beberapa teknik yang paling umum :
1. Metode Tebar
Salah satu teknik pemupukan pada tanaman kelapa sawit adalah dengan metode tebar. Pemupukan dengan metode ini harus dilakukan dengan cara menebarkan pupuk pada pinggir piringan, atau pada jarak 0,5 meter dari tanaman muda dan 1-2,4 meter dari tanaman sawit yang sudah tua.
Baca Juga :
HEBOH: Mahasiswi 24 Tahun Mengaku Jual Video Pornonya Laku Jutaan
2. Metode Benam
Metode selanjutnya adalah dengan menggunakan metode benam. Penggunaan metode yang satu ini dilakukan dengan cara memberikan pupuk di 4 sampai 6 lubang sekitar piringan pada sekeliling tanaman kelapa sawit. Setelah memasukkan pupuk sesuai dosis ke dalam lubang tersebut, lubang dapat ditutup dan biarkan pupuk terserap.
Unsur Hara yang Tepat untuk Pemupukan Sawit
Unsur Jara untuk Sawit
Hal yang tak kalah penting untuk diketahui para petani, khususnya petani sawit adalah unsur hara yang tepat untuk penanamanya.
Jika petani sawit mengetahuinya, maka mudah juga untuk menentukan jenis pupuk yang tepat bagi tanaman tersebut.
Berikut ini adalah beberapa unsur hara yang bagus untuk perkembangan tanaman sawit:
Nitrogen (N) => Kekurangan unsur N dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman kelapa sawit terhambat.
Phosphor (P) => Manfaat unsur phosphor bagi tanaman kelapa sawit yaitu memperkuat perakaran, batang dan meningkatkan kualitas buah sawit.
Kalium (K) => Peran kalium bagi tanaman sawit yaitu mempengaruhi jumlah dan ukuran tandan serta berperan penting dalam penyusunan minyak.
Magnesium (Mg) => Fungsi magnesium (dolomit) bagi tanaman kelapa sawit ada pada proses fotosintesis.
Tembaga (Cu) => Manfaat unsur tembaga bagi tanaman kelapa sawit yakni sebagai pembentuk klorofil (zat hijau daun) dan membantu mempercepat reaksi fisiologi tanaman.
Boron (B) => Baron berfungsi sebagai penyusun gula, karbohidrat, protein dan perkembangan ujung dan anak daun pada kelapa sawit.
Zink / Seng (Zn) => Zink berperan dalam enzimatis dan menunjang pembentukan hormon pertumbuhan.
Berikut ini adalah tahapan dan cara pemupukan kelapa sawit :
1. Membersihkan piringan dari rerumputan dan alang-alang merupakan langkah awal sebelum memberikan pupuk. Dilakukan supaya pupuk yang ditebar dapat menyerap dengan baik.
2. Menabur Pupuk => Penaburan pupuk dilakukan secara merata dengan melingkar pada pinggiran piringan (jarak sekitar 0,5 meter dari tanaman muda atau 1 hingga 2,4 meter dari tanaman tua).
3. Tidak Mencampur Pupuk => Satu jenis pupuk tidak bisa dicampur dengan jenis pupuk lainnya. Maka akan lebih baik jika penaburan dilakukan secara terpisah. Setidaknya beri jangka waktu 12 hari antara pupuk satu dengan pupuk yang lainnya.
4. Pupuk Sudah Berbetuk Remah => Usahakan agar pupuk yang ditebar sudah berbentuk remah serta tidak membentuk gumpalan-gumpalan.
5. Memperhatikan Takaran Dosis Pupuk => Berilah tanaman sawit dengan takaran pupuk yang sesuai dengan kebutuhan. Akan lebih baik jika menggunakan takaran dosis pada saat menebarnya. Pemberian pupuk yang tepat memungkinkan sawit dapat tumbuh dengan optimal.
Semoga bermanfaat dan memberi edukasi bagi petani kelapa sawit untuk memaksimalkan hasil panen. Salam sukses petani kelapa sawit.(yti)

Leave a comment