KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – “Oii pak bupati tutup perusahaan ilegal Dinamika Selaras Jaya, 3.200 hektare tanah Kaur bukan bancakan”.
“Pak Presiden lihat ini, di Kaur ada PT Dinamika Selaras Jaya perusahaan sawit ilegal”.
“Sekuat itukah PT Dinamika Selaras Jaya, sehingga pemerintah dan penegak hukum tutup mata”.
“Kaur bukan milik korporasi, hentikan aktivitas PT DSJ”.
“Realisasikan rekomendasi DPRD Kaur Tutup PT DSJ”.
Kalimat-kalimat tersebut terbentang di spanduk maupun kertas karton yang dibentangkan oleh massa aksi unjuk rasa damai di pintu masuk lahan PT DSJ, Kamis (30/10/2025).
Sedikitnya, 80 massa dari kelompok yang mengatasnamakan diri Persatuan Petani Sawit Sejahtera (PPSS) menggelar aksi damai menuntut penutupan sementara aktivitas PT DSJ.
Massa menilai hingga saat ini diduga kuat PT DSJ belum mengantongi izin Hak Guna Usaha (HGU) yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Massa PPSS menilai bahwa HGU merupakan nadi perizinan yang wajib dimiliki oleh perusahaan perkebunan dalam menjalankan usaha kelapa sawitnya.
Baca Juga :
Massa mendesak Pemda Kaur segera mencabut atau membekukan sementara aktivitas perusahaan hingga HGU dan perizinan lainnya benar-benar diterbitkan.
Massa mulai berkumpul pukul 08.00 WIB. Kemudian, menggelae aksi orasi dan membentangkan spanduk maupun kertas karton yang dipenuhi tulisan tuntutannya.
Sekira pukul 10.17 WIB massa PPSS bergerak menuju Pemda Kaur guna menyampaikan aspirasi mereka secara langsung ke bupati.
Massa membawa kendaraan roda empat maupun roda dua menuju Pemda dengan pengawalan ketat aparat gabungan kepolisian Polres maupun TNI.(yti)

2 comments