SURABAYA||NUSANTARAMAILS.COM -Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Serah terima bantuan dilakukan oleh Ketua Umum Yayasan GSN, Letjen (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan disaksikan oleh Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, serta ratusan penerima manfaat bertempat di Halaman Balai Kota Surabaya, kemarin (22/1).
Menurutnya bantuan tersebut sejalan dengan fokus Pemkot Surabaya dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dan mengentaskan kemiskinan. Maka itu pihaknya menyampaikan rasa syukur dan antusias mengapresiasi.
Baca Juga :
“Ada 200 becak listrik bantuan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto diserahkan. Ini sangat membantu warga kami, terutama di tengah upaya kita untuk menurunkan angka kemiskinan yang semakin menurun,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam sambutannya, dikutip nusantaramails.com, Jumat (23/1).
Pihaknya juga merencanakan becak listrik akan difokuskan sebagai becak wisata, khususnya ditempatkan di kawasan Kota Lama dan beberapa titik wisata sejarah lain seperti Jalan Tunjungan, Peneleh dan lain-lainnya.
“Kita akan atur rute. Becak listrik tidak boleh di jalan protokol, tapi akan kita maksimalkan di kawasan wisata. Pengemudi nanti akan kami beri seragam atau rompi agar lebih rapi. Tujuannya wisatawan bisa menikmati Surabaya dengan nyaman, tanpa polusi, dan ekonomi pengemudi becak meningkat,” ungkapnya.
Dia berpesan para penerima manfaat agar menjaga dan merawat bantuan tersebut dengan baik. Kembali Eri menekankan bantuan ini tidak untuk diperjualkan tapi dimanfaatkan untuk peningkatkan ekonomi keluarga.
“Bantuan ini harus dirawat, jangan dijual, dan jangan digunakan untuk hal negatif. Fokus untuk menyejahterakan keluarga,” tegasnya.
Mengenai tempat untuk pengisian daya becak listrik, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana akan menyediakan titik-titik pengisian daya (charging station) khusus di pangkalan becak wisata untuk memudahkan operasional harian para pengemudi.
“Nanti kami akan bekerjasama dengan PLN dan memetakan area mana saja yang bisa dipasang tempat untuk pengisian daya,” imbuhnya.
Ketua Umum Yayasan GSN, Letjen (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko, menambahkan program ini lahir dari keprihatinan Presiden Prabowo terhadap nasib pengemudi becak lansia yang masih harus menggenjot pedal secara manual.
“Bantuan ini murni dari kantong pribadi Bapak Prabowo, bukan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) atau dana negara. Beliau ingin memuliakan para pengemudi becak agar tidak lagi kepanasan dan kelelahan di usia senja,” jelasnya.
Teguh menjelaskan, secara teknis becak listrik ini memiliki keunggulan kecepatan dibatasi maksimal 15 kilometer perjam demi keamanan, mampu menempuh jarak 40 kilometer dalam satu kali pengisian daya, ramah lingkungan tanpa emisi karbon dan suara yang senyap (noise-free).
“Terpenting, diberikan gratis dan jika terjadi kerusakan, GSN telah bekerja sama dengan bengkel Viar untuk perbaikan dan Surabaya merupakan salah satu kota prioritas. Secara nasional, Presiden menargetkan pengadaan 80.000 becak listrik hingga tahun 2027,” tuturnya. (mnf/yti)

One comment