Skip to content

Waduh, Peluk dan Pegang Dada Adik Teman, Pria Kaur Ini Masuk Sel

Gambar Ilustrasi bullying terhadap pelajar.(foto : dok_net)

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Lagi-lagi kasus cabul atau asusila yang menjadikan anak dibawah umur sebagai korban terjadi di Kabupaten Kaur.

Teranyar, YD (40) warga Kabupaten Kaur ini ditangkap polisi dan harus mendekam dalam sel tahanan lantaran berbuat nekat memegang “maaf” dada seorang putri yang masih dibawah umur, Selasa (6/5/2025) sekira pukul 18.30 WIB.

Korban merupakan adik dari teman dekat pelaku. Saat kejadian, korban sedang mencuci piring di rumah. Tiba-tiba datang pelaku yang langsung memeluk korban dari belakang. Tak hanya itu, pelaku memegang buah dada korban.

Baca Juga : 

Warning Bagi Pemilik Ternak, Pemda Kaur Siapkan Tembak Bius Bagi Hewan Peliharaan Yang diliarkan

Tak terima perlakuan asusila pelaku, korban melaporkan kejadian tersebut kepada sang kakak. Mendengar laporan korban, sang kakak meminta bantuan warga sekitar dan melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Pelaku berhasil diamankan warga dan dibawa ke Polsek Kaur Selatan. Kemudian, korban diantar ke Satreskrim Polres Kaur Polda Bengkulu guna membuat laporan resmi ke polisi.

Pelaku diamankan di Polres Kaur guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Kasus ini menjadi pembelajaran dan menunjukkan bahwa asusila di Kabupaten Kaur masih cukup tinggi.

Pelaku diancam hukuman sesuai ketentuan pasal 82 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang jo Pasal 76E Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

“Kita prihatin dengan kasus asusila di Kabupaten Kaur yang lumayan tinggi. Apalagi, korbannya adalah anak bawah umur. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat guna menekan meningkatnya aksi kejahatan seperti ini,” ungkap salah seorang warga Falid Kuryadi (39).(yti)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan