Skip to content

Viral, DC Minta Maaf Salah Cegat Motor Yang Sudah Lunas Kredit dijalanan

Ilustrasi penarikan sepeda motor secara paksa oleh debt collector.

NUSANTARAMAILS.COM – Sebuah video yang menampilkan aksi debt collector (DC) menghentikan pengendara motor di jalan raya kembali viral di media sosial. Namun kali ini, yang menjadi sorotan publik bukan hanya karena aksi penagihannya yang dilakukan di jalanan, melainkan karena motor yang dicegat ternyata sudah lunas kreditnya.

Dalam video berdurasi sekitar dua menit itu, tampak dua pria berjaket hitam menghentikan seorang pengendara di pinggir jalan dengan alasan motor tersebut masih dalam status kredit macet.

Sang pengendara dengan tenang menunjukkan bukti pelunasan dan surat-surat kendaraan lengkap. Setelah diperiksa, kedua DC tersebut terlihat salah tingkah dan akhirnya meminta maaf.

Aksi permintaan maaf itu juga terekam dalam video dan menjadi bahan perbincangan hangat warganet. Banyak yang menilai tindakan para DC tersebut sebagai bentuk arogansi dan kelalaian dalam melakukan pengecekan data.

“Harusnya dicek dulu, jangan main cegat di jalan. Kalau salah begini, malu sendiri,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Kepolisian daerah setempat yang dikonfirmasi terkait kejadian tersebut membenarkan adanya peristiwa itu.

Baca juga : 

Potensi Ekonomi Sektor Kelautan Kabupaten Kaur Luar Biasa

“Benar, sudah kami terima laporannya. Motor yang bersangkutan memang sudah lunas dan memiliki dokumen lengkap. Kami imbau masyarakat agar tidak takut melapor jika mengalami tindakan serupa,” ujar salah satu petugas kepolisian.

Sementara itu, pihak leasing tempat motor tersebut dulu dikreditkan menyatakan bahwa tindakan DC tersebut dilakukan di luar prosedur resmi.

“Kami tidak pernah memerintahkan penagihan di jalanan. Petugas tersebut sudah kami panggil untuk dimintai klarifikasi dan akan diberikan sanksi,” kata perwakilan perusahaan pembiayaan itu.

Kasus ini kembali membuka diskusi publik tentang praktik penagihan di jalan oleh debt collector, yang kerap menimbulkan keresahan. Masyarakat menuntut agar aparat dan lembaga pembiayaan memperketat pengawasan terhadap oknum DC agar tidak lagi terjadi salah sasaran seperti ini.

Video yang awalnya diunggah oleh warga sekitar kini sudah ditonton jutaan kali di berbagai platform media sosial. Di kolom komentar, banyak warganet menilai bahwa permintaan maaf DC tersebut tidak cukup untuk menebus rasa malu dan ketidaknyamanan yang dialami korban.

“Sudah lunas kok masih dicegat, untung dia simpan bukti. Kalau enggak, bisa-bisa motor dibawa pergi,” tulis salah satu komentar yang mendapat ribuan tanda suka.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa masyarakat berhak mendapatkan perlindungan hukum dari praktik penagihan yang sewenang-wenang, dan bahwa keterbukaan data antara leasing dan petugas lapangan adalah hal mutlak agar kesalahan seperti ini tak terulang kembali.(yti)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan