NUSANTARAMAILS.COM – Wacana penyeragaman warna seluruh Mobil Dinas (Mobnas) pejabat menjadi merah putih kembali mencuat ke ruang publik. Usulan ini dinilai sebagai langkah tegas untuk mencegah penyalahgunaan kendaraan negara yang kerap digunakan dengan pelat nomor pribadi, baik untuk kepentingan keluarga maupun aktivitas di luar tugas kedinasan.
Selama ini, mobil dinas sering sulit dibedakan dengan kendaraan pribadi karena warna yang beragam dan cenderung menyerupai mobil umum di pasaran. Kondisi tersebut membuka celah penyalahgunaan aset negara, mulai dari dipakai di luar jam kerja hingga digunakan untuk kepentingan non-dinas tanpa pengawasan yang jelas.
Dengan pewarnaan merah putih yang mencolok dan seragam secara nasional, keberadaan mobil dinas di jalan akan mudah dikenali masyarakat. Efeknya bukan hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga menumbuhkan rasa malu bagi pejabat yang mencoba menyalahgunakan fasilitas negara.
Pengamat kebijakan publik menilai, identitas visual yang kuat pada mobil dinas akan menjadi bentuk pengawasan sosial yang efektif. Ketika masyarakat dapat langsung mengenali kendaraan negara, maka kontrol tidak hanya berada di tangan aparat pengawas internal, tetapi juga publik secara luas.
Selain itu, usulan ini juga diharapkan mampu menekan praktik penggantian pelat nomor dinas menjadi pelat hitam pribadi. Modus tersebut selama ini kerap dilakukan untuk menghindari sorotan, tilang elektronik, maupun pengawasan publik, terutama saat kendaraan digunakan di luar wilayah tugas atau pada hari libur.
“Mobil dinas adalah simbol pelayanan, bukan simbol kekuasaan. Warna merah putih akan mengingatkan bahwa kendaraan tersebut dibeli dari uang rakyat dan harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat,” ujar salah satu pemerhati tata kelola pemerintahan, Mulfen Suryadi, S. Sos.
Jika direalisasikan, kebijakan ini perlu diikuti dengan regulasi tegas dan sanksi jelas bagi pejabat yang melanggar. Tanpa penegakan hukum yang konsisten, perubahan warna dikhawatirkan hanya menjadi simbol tanpa makna.
Penyeragaman warna mobil dinas menjadi merah putih dinilai sejalan dengan semangat reformasi birokrasi, efisiensi, serta upaya mengembalikan kepercayaan publik. Negara tidak boleh kalah oleh kebiasaan lama yang menjadikan fasilitas publik sebagai hak pribadi.(yti)

Leave a comment