SURABAYA || NUSANTARAMAILS.COM – SMK Ketintang Surabaya mengadakan Kegiatan Tengah Semester (KTS) yang diikuti seluruh siswa siswi mulai kelas X, XI, dan XII berbagai kejuruan. Tujuan KTS dilakukannya melatih anak-anak supaya lebih terbuka menghadapi dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kepala SMK Ketintang Surabaya Agung Nugroho menyampaikan, untuk KTS selenggarakan salah satu kolaborasi antara guru dengan siswa dalam menghasilkan suatu karya.
Apalagi, di Era Merdeka Belajar dapat menumbuhkan kreativitas, kepedulian, dan menanggapi isu-isu sosial yang tetapi di implementasikan dalam suatu karya.
“Kami berharap, untuk KTS ini masing-masing anak punya dan memiliki kreasi, serta penambahan kompetensi skill,” pinta Agung Nugroho, Rabu (25/10/2023).
Kemudian, Ketua Pelaksana guru kejuruan teknik komputer jaringan (TKJ) dan teknik komputer jaringan dan telekomunikasi (TKJT) SMK Ketintang Surabaya Adrian menyampaikan, terselenggaranya KTS pada kejuruan TKJ dan TKJT, para siswa diberikan suatu lomba dalam bentuk sharing file, maupun sharing printer.
Baca Juga :
Ini Hasil Lengkap Pilkades Serentak Gelombang III Kabupaten Kaur
“Siswa kejuruan TKJ kelas XI, kami berikan bekal untuk membangun sebuah LED menggunakan Arduino. Sedangkan, siswa kelas XII cenderung membuat hotspot sekaligus blog website,” jelas Adrian kepada pewarta.
Selanjutnya, Ketua Pelaksana guru kejuruan Bisnis Digital SMK Ketintang Surabaya, Dewi Riski juga mengaku, siswa-siswi mengikuti KTS diberikan materi pelatihan Jelly Art Puding dengan menghias ke dalam bentuk bunga. Teknis ini, sebagai cara pembekalan pembuatan Jelly Art Puding yang bukan dari alat pencetakan.
“Materi KTS kami bekali kepada siswa siswi dengan pembuatan Jelly Art Puding, melalui alat suntik. Jadi, puding di hias berbentuk bunga,” ungkap Dewi.
Tujuan seperti ini, sebut Dewi, supaya memberikan skill kemahiran anak ketika nanti mereka lulus sekolah bisa mengembangkan berwirausaha. Tak hanya itu, pada siswa kelas XI terdapat materi ke kampus Adi Buana berupa Personal Branding.
“Materi KTS ini mulai pembuatan Jelly Art Puding, Personal Branding, dan Workshop Speaking Grooming bertempat di Aula,” kata Dewi.
Dikatakan Ketua Pelaksana guru kejuruan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Multimedia SMK Ketintang Surabaya, Panji Bagas Setyo Abdi bahwa, rangkaian KTS membekali siswa-siswi supaya memiliki keahlian DKV dan Multimedia. Meningkatkan pengembangan potensi anak juga terdapat lomba DKAMFES (DKV dan Multimedia Festival).
“Salah satu mengembangkan potensi anak utamanya bidang seni mereka. Siswa kelas X untuk KTS dalam bentuk Mural. Ini dilakukan bersama guru dan siswa, serta kelas XI materinya Lettering Typography, maupun kelas XII materi Photography, serta Videography,” ungkap Panji.
Disampaikan Ketua Pelaksana guru kejuruan Produktif OTKP SMK Ketintang Surabaya Weka Apsari, pelaksanaan KTS membuat lomba implementasi materi dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis. Materi itulah sebagai bentuk dasar siswa-siswi untuk pembuatan Curriculum Vitae (CV) maupun Lamaran Kerja.

“Materinya ada Upskilling Wirausaha. Kami terapkan siswa supaya punya ketrampilan dan keahlian ketika nanti terjun ke dunia kerja,” tutur Weka Apsari.
Dalam kesempatan itu, Ketua Pelaksana guru kejuruan Akutansi SMK Ketintang Surabaya Diana Putri menceritakan, kegiatan TKS membuat serta sekaligus mengasah soft skill anak bentuk Public Speaking. Agar nanti mereka dapat berkomunikasi maksimal.
“Teknis ini kami terapkan siswa supaya mahir berkomunikasi, baik nanti komunikasi dengan pimpinan perusahaan ataupun rekan kerja saat kelulusan. Materi Personal Branding supaya mereka bisa mengetahui jati diri ketika memperkenalkan diri. Kita inginkan siswa siswi memiliki skill bagus dan bisa menjadi Icon SMK Ketintang Surabaya siswanya mampu berkomunikasi dengan baik,” kata Diana.
Ketua Pelaksana guru kejuruan Literasi SMK Ketintang Surabaya Hilmi Ramadan menjelaskan, dilaksanakan materi KTS konsepnya Bulan Bahasa di bulan Oktober setiap tahun.
“Kami ada lomba untuk siswa-siswi yakni, lomba bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Ini salah satu siswa membuat Stand Up Comedy Majalah Dinding (Mading), hingga Pembacaan Naskah Berita menggunakan Bahasa Jawa,” imbuh Hilmi. (fzi/yti)

One comment