Nusantara mails – Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali di malam keenam bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, dan kita semua sebagai umatnya yang insya Allah mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. Aamiin.
Saudara-saudara yang dirahmati Allah, pada malam keenam ini, marilah kita merenungkan salah satu hikmah besar dari bulan Ramadhan, yaitu membangun keikhlasan dalam beribadah.
Ramadhan adalah bulan di mana setiap muslim diuji keikhlasannya dalam melaksanakan berbagai amal ibadah, baik yang sifatnya wajib seperti puasa maupun yang sunnah seperti tarawih dan tadarus Al-Qur’an.
Keikhlasan dalam Puasa
Puasa adalah ibadah yang sangat istimewa karena hanya Allah yang mengetahui sejauh mana kita menahan lapar dan dahaga. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits qudsi bahwa Allah berfirman:
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan puasa, kita dilatih untuk melakukan sesuatu bukan karena ingin dipuji oleh manusia, melainkan semata-mata karena mengharapkan ridha Allah.
Keikhlasan dalam Shalat Tarawih
Shalat tarawih yang kita laksanakan setiap malam juga merupakan bentuk penghambaan yang ikhlas kepada Allah. Meskipun tidak ada yang melihat apakah kita benar-benar khusyuk atau tidak, namun niat kita yang tulus dalam melaksanakan shalat malam ini menjadi penentu nilai ibadah kita di hadapan Allah.
Keikhlasan dalam Membaca Al-Qur’an
Selain itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan juga menjadi sarana untuk melatih keikhlasan kita.

Leave a comment