Nusantara mails – Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan kita kesempatan untuk menikmati bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Shalawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Pada malam keempat bulan Ramadhan ini, marilah kita merenungkan salah satu hikmah yang dapat kita ambil dari bulan yang mulia ini, yaitu pentingnya menjaga lisan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Adakah di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat, lagi Maha Penyayang.”
Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kita untuk menjaga lisan dari perbuatan yang tidak terpuji, seperti menggunjing dan mencari-cari kesalahan orang lain. Di bulan Ramadhan, kita tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga harus menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa, maka Allah tidak butuh terhadap (ibadah) puasanya yang sekadar meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menegaskan bahwa puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh, termasuk lisan, dari hal-hal yang bisa merusak pahala puasa.

Leave a comment