Skip to content

Tak Ada Pilihan, Warga Angkut Air Sungai Untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Caleg Belum Terfikir Salurkan Bantuan Air

Warga angkut air sungai untuk kebutuhan rumah tangga meskipun tidak dijamin higienis.

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Kekeringan yang dialami warga Kecamatan Tanjung Kemuning memaksa sebagian warga harus angkut air sungai guna kebutuhan rumah tangga.

Karena tidak ada pilihan lagi untuk kebutuhan air di rumah, sungai menjadi alternatif bagi warga. Untuk mendapat air bersih dari sumur bor, harus merogoh kocek Rp 60.000 untuk 1.200 liter.

Sementara bantuan air bersih yang diharapkan masyarakat dari pemerintah tak kunjung ngalir. Meskipun harus bertarung dengan berbagai bakteri yang ada di air sungai, namun ketiadaan memaksa warga harus menggunakannya.

Para Calon Legislatif (Caleg) pun belum ada yang terfikirkan untuk menyalurkan bantuan air bersih. Padahal, kepedulian Caleg untuk penyaluran air bersih sangat berpengaruh pada perolehan suara.

Baca Juga : 

Dilraba Dilmurat Aktris Cantik Namanya Terseret Skandal Seks, Lihat Profilnya

“Ditengah kesulitan air bersih sekarang ini, dapat dimanfaatkan Caleg untuk menarik simpati masyarakat. Cara dengan menyalurkan bantuan air bersih ke rumah warga,” ungkap Tati Usmiyati (52) ibu rumah tangga asal Kecamatan Tanjung Kemuning.

Bantuan air bersih dari pemerintah belum ada, begitu pula dari PDAM, BPBD maupun instansi lain yang memiliki armada tangki air berkapasitas besar.

Musim kemarau diprediksi BMKG masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Akan semakin banyak masyarakat yang membutuhkan air bersih.

“Kalau dari berbagai berita, BMKG memprediksi kemarau masih terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Semoga ada keajaiban dari tuhan semesta alam yang menurunkan hujan dalam waktu dekat ini,” tutupnya.(yti)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan