KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Di balik tugas mulia yang diemban seorang anak bangsa untuk menjaga kedaulatan negara, terselip harapan dan doa yang tak pernah putus dari orang tua.
Sebagai wujud rasa syukur sekaligus bentuk dukungan moril, keluarga Pudianto warga Desa Tanjung Aur I Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur menggelar acara syukuran dengan memotong sapi dan kambing, sebagai simbol pengharapan akan keselamatan dan kelancaran tugas sang anak dalam menjalankan amanah bersama TNI AD.
Suasana haru dan kebersamaan begitu terasa dalam kegiatan tersebut. Warga sekitar turut hadir, membantu proses penyembelihan hingga pembagian daging kepada masyarakat. Tidak sekadar menjadi tradisi, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial.
Bagi orang tua, melepas anak untuk mengabdi kepada negara bukanlah hal mudah. Kekhawatiran akan keselamatan selalu menghantui, namun di sisi lain tersimpan rasa bangga yang mendalam.

Melalui syukuran ini, doa dipanjatkan agar sang anak, Serda Fergi Luis Pangesta senantiasa diberi kekuatan, kesehatan, dan perlindungan dalam menjalankan tugasnya.
“Ini bentuk ikhtiar dan doa kami sebagai orang tua. Kami hanya bisa berharap anak kami selalu dalam lindungan Tuhan saat menjalankan tugas negara,” ungkap Pudianto dengan mata berkaca-kaca.
Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan seorang prajurit tidak hanya milik dirinya sendiri, tetapi juga keluarga yang selalu setia mendukung dari belakang.
Dukungan moril tersebut menjadi energi tambahan bagi sang anak untuk tetap teguh dan profesional dalam menjalankan amanah.
Daging hasil penyembelihan kemudian dimasak dan disajikan kepada masyarakat sekitar, sebagai bentuk sedekah dan wujud kepedulian terhadap sesama.
Senyum dan ucapan doa dari warga menjadi pelengkap kebahagiaan dalam momen penuh makna tersebut.
Tradisi syukuran seperti ini masih kental dijaga di tengah masyarakat, terutama saat ada anggota keluarga yang akan mengemban tugas besar.
Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan spiritualitas menjadi fondasi kuat dalam setiap langkah kehidupan.
Dengan doa yang mengalir tulus dari orang tua dan dukungan masyarakat, diharapkan sang anak mampu menjalankan tugas negara dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab, serta kembali ke pangkuan keluarga dengan selamat dan penuh kebanggaan.(yti)

One comment