Nusantara Mails – Setelah menikah, saya dan suami berharap bisa segera dikaruniai momongan. Tak ada rencana untuk menunda sama sekali. Memiliki anak dan membangun keluarga yang hangat adalah impian kami sejak awal.
Tapi, setelah tiga tahun pernikahan kami menyadari bahwa impian tersebut akan sulit terwujud. Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.
Jatuh bangun program bayi tabung (IVF)
Untuk bisa hamil secara normal, dibutuhkan kondisi kesehatan yang baik dari masing-masing pasangan. Namun dalam keluarga kami, hal tersebut tak dapat terjadi.
Suami saya memiliki kondisi azoospermia, jumlah sperma dalam air maninya terlampau sedikit atau bahkan tak ada sama sekali alias kosong. Kondisi ini menyebabkan sulitnya terjadi pembuahan pada sel telur secara normal di dalam rahim.
Adakah Indonesia? Ini 11 Negara dengan Ukuran Payudara Terbesar di Dunia
Setelah berkonsultasi, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk mencoba program bayi tabung. Kami merasa bahwa ini merupakan alternatif terbaik demi mewujudkan keluarga yang kami harapkan.
Proses pembuahan dalam program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) ini terjadi di luar tubuh. Setelah terbentuk embrio, baru kemudian embrio tersebut dikembalikan ke dalam rahim.

2 comments