SURABAYA || NUSANTARAMAILS.COM – Kondisi pimpinan tertinggi Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih kosong. Jabatan Direktur Utama (Dirut) sampai saat ini tahun 2025 belum terisi sama sekali.
Mengetahui sebelumnya, untuk jabatan Dirut PDTS KBS kala itu di jabat Khoirul Anwar yang sudah berakhir cukup lama. Beberapa bulan lalu sejak tahun 2024 sampai sekarang tahun 2025, Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini tanpa ada sosok jabatan Dirut.
Siapakah pengganti jabatan Dirut baru selanjutnya di lembaga Konservasi tersebut? Ada apa dengan PDTS KBS belum mengisi posisi Dirut baru yang hampir berlarut sekian lama?. Dan jika, jabatan Dirut PDTS KBS berlarut lama kosong bagaimana sistem pengelolaan manajemen dapat maksimal?.
Baca Juga :
Satgas Damai Cartenz Disambut Hangat dalam Kebersamaan Anak-Anak SD Negeri Mulia Puncak Jaya
Mengenai kekosongan jabatan Direktur Utama PDTS KBS, mendapat tanggapan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Menurut dia, proses seleksi digunakan untuk mencari kandidat yang memiliki inovasi dan kapabilitas mengembangkan KBS tersebut.
Dia mencontohkan beberapa inovasi yang bisa dikembangkan Dirut KBS nantinya pertukaran satwa panda merah dan panda besar dari Tiongkok, yang bisa dilakukan melalui kerja sama pinjam-meminjam satwa.
“Untuk Dirut yang akan datang, harus membuat yang tidak mungkin jadi mungkin, kami butuh inovasi dalam pengembangan KBS,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dikutip nusantaramails.com, Senin (11/8/2025).
Dia menekankan, bahwa pihaknya tidak ingin sembarangan memilih orang untuk menduduki jabatan tersebut. Eri mengaku tengah mencari sosok yang benar tepat memiliki kemampuan untuk memajukan KBS. Karena pemilihan terburu-buru bisa merugikan perusahaan.
“Saya ingin orang yang benar-benar tepat. Kalau misalnya tidak punya kemampuan, nanti tidak ada perkembangan buat KBS,” tuturnya.
Oleh karena itu, Wali Kota Eri menginginkan Dirut PDTS KBS yang baru bisa memberikan kontribusi lebih besar dari direksi yang sudah ada.
Meskipun mencari sosok inovatif dari luar, tidak menutup kemungkinan untuk merekrut Dirut dari kalangan internal PDTS KBS.
Eri pun mempersilahkan siapa saja yang merasa mampu untuk mendaftar. Sebab tugas Dirut itu berat. Karena pendapatan KBS harus terus meningkat.
“Saya ingin Dirut lebih dari direksi yang ada saat ini. Kalau dari kalangan internal ada kandidat, saya persilahkan mendaftar,” ujarnya. (mnf/yti)

Leave a comment