Diduga kuat bahwa Fah melakukan pencurian untuk memenuhi gaya hidupnya yang suka berfoya-foya, termasuk membeli minuman keras dan pil samcodin. Kebiasaan mengonsumsi pil samcodin inilah yang diduga mendorong Fah bertindak brutal dan sadis dalam kasus pembunuhan ini.
Dalam pengakuannya, Fah mengaku bertujuan mencuri. Namun, ketika ketahuan, ia bertindak kejam. Tindakan Fah yang suka mencuri sangat bertolak belakang dengan kondisi ekonomi orang tuanya. Uj dan Ye, orang tua Fah, dikenal sebagai petani cabe yang sukses di daerah tersebut. Dari hasil usaha mereka, keluarga ini mampu membangun rumah dan memperbaiki perekonomian mereka.
Orang tua Fah sudah berulang kali menasihatinya agar tidak mengulangi perbuatannya, namun tindakannya malah semakin menjadi-jadi.
Seberapa Besar Pengaruh Konsumsi Samcodin Diluar Dosis Yang dianjurkan
Dalam pembunuhan ini, Yeti yang masih berusia 13 tahun dan duduk di kelas 1 SMPN 13 Kaur, dihabisi dengan tusukan bertubi-tubi di leher, tangan, kaki, dan badan. Sementara itu, neneknya Bidah yang berusia 80 tahun dan menderita stroke, dibunuh dengan cara lehernya disayat.

Leave a comment