NUSANTARAMAILS.COM – Senyum pahit petani sawah menghadapi kenyataan kondisi lahan sawah yang mengering. Tanah retak-retak, tanaman padi mengerdil akibat kekurangan pasokan air.
Raut wajah kusam membayangkan gagal panen yang sudah dipelupuk mata. Membayangkan biaya tanam dan perawatan yang lumayan besar dengan harapan panen, namun semua terancam pudar akibat cuaca yang tak bersahabat.
Dalam kondisi ini, petani sawah merugi dan harus merelakan nasib yang belum beruntung. Petani sawah hanya berharap dalam waktu dekat ada keajaiban dunia yakni turun hujan.
Baca Juga :
Januari-September 2024, Satresnarkoba Polres Kaur Ungkap 15 Kasus, BB Senilai Rp 700 Juta Diamankan
Dampak kemarau ini dikhawatirkan akan membuat petani sawah untuk mengalih fungsikan lahan sawah menjadi hamparan kebun kelapa sawit.
Bukan hanya sawah tadah hujan, namun persawahan irigasi pun ikut terdampak musim kemarau. Pasokan air dari saluran irigasipun ikut berkurang.
“Jangankan sawah tadah hujan, irigasipun ikut kering kerontang. Tidak ada tanda-tanda kehidupan tanaman padi, gagal panen sudah dipastikan akan dialami petani,” keluh Wasidi (58) petani sawah tadah hujan Kecamatan Tanjung Kemuning.(yti)

One comment