Skip to content

Sengketa Lahan Berujung Maut, Satu Meregang Nyawa-Dua Berhasil Ditangkap Polisi

Jasad korban pembunuhan saat dioutopsi di rumah sakit.(foto : nkripost.com)

NUSANTARAMAILS.COM – Pasal sengketa lahan saat perebutan pengukuran lokasi yang disengketan berujung satu nyawa manusia melayang akibat ditebas parang.

Kejadian tragis ini terjadi diawali perebutan 11 bidang lahan di Pomakesi Desa Waebela, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Satu orang tewas diketahui bernama Philipus Bara, warga Dusun Ngedunio, Desa Waebela.

Sedangkan dua pelaku berhasil ditangkap polisi yakni, AD dan AO. Keduanya ditangkap Satreskrim Polres Ngada Polda NTT dilokasi dan waktu yang berbeda.

Kasat Reskrim Polres Ngada, AKP I Ketut Setiasa, saat dikonfirmasi, Selasa (12/12/2023) kemarin menyatakan bahwa kedua tersangka, AD dan AO, saat ini ditahan di Mapolres Ngada dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga : 

Konflik Agraria Warga Vs Perusahaan Perkebunan Sawit Tak Kunjung Usai

AO, sebelumnya ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), ditangkap pada 7 Desember 2023 di rumah seorang warga Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada. Sedangkan, AD telah ditahan oleh polisi pada 20 November 2023.

AKP I Ketut Setiasa menjelaskan bahwa, AO berpindah-pindah tempat selama pelariannya di Kabupaten Ngada sejak melakukan pembunuhan pada 20 November lalu.

Pembunuhan tragis terhadap Philipus Bara, warga Dusun Ngedunio, Desa Waebela, berawal dari perseteruan kubu AD dengan YL terkait perebutan lahan.

Philipus tewas ditebas parang dalam insiden tersebut. Sebelum pembunuhan, terjadi konfrontasi antara kubu YL dan AD terkait pengukuran dan pembagian lahan, yang pada akhirnya memuncak pada serangan brutal terhadap Philipus.

Upaya melerai oleh sejumlah warga tidak berhasil, dan korban meregang nyawa setelah ditebas parang di bagian punggung.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan konflik lahan yang berujung pada kekerasan fatal.

Proses hukum terhadap AD dan AO akan terus berlanjut di Mapolres Ngada untuk memastikan keadilan bagi keluarga korban dan masyarakat setempat.

Konflik lahan menjadi sorotan tajam berbagai kalangan. Sebab, tidak sedikit konflik lahan berujung pada tindak pidana kekerasan bahkan pembunuhan.(**/klikwarta.com)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan