KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Antara berkah dan kiamat bagi masyarakat dengan kelonjakan harga cabai merah di pasaran. Betapa tidak, cabai merah dijual diangka Rp 100 ribu perkilogramnya.
Bagi petani cabai kenaikkan harga jual merupakan berkah diujung tahun. Namun, bagi konsumen pedasnya harga cabai ini merupakan kiamat kecil.
Mahalnya harga cabai ini harus disiasati oleh konsumen untuk mengurangi konsumsi cabai kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga :
Penggunaan cabai merah dialihkan dengan bahan pemedas buatan seperti saos merah yang harganya lebih terjangkau.
Kenaikkan hargaa cabai merah ini dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan cabai di pasaran.
Pedagang eceran mendapat stok dengan harga tinggi dan terpaksa dijual dengan harga tinggi pula kepada konsumen.
Akibat kenaikkan harga cabai ini, konsumen mengurangi pembeliam cabai dan hanya membeli sekedar untuk menambah selera makan.
“Cabai merah tembus diangka Rp 100 ribu perkilogramnya. Konsumen tentu harua mengencangkan ikat pinggang untuk membeli cabai,” ungkap Solida (57) warga Kecamatan Tanjung Kemuning, Kamis (9/11/2023).(yti)

2 comments