Skip to content

Sambang Cabang, Faizal Muttaqin Bangkitkan Semangat Usaha Kader Ansor Bengkulu Selatan

Diskusi GP. Ansor
Diskusi GP. Ansor

Nusantara Mails – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bengkulu Selatan menggelar diskusi santai bertajuk “Peluang Usaha Kader dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional” di rumah salah satu kader Ansor di Kota Manna, Sabtu (12/10/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka sambang cabang oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Bengkulu, Faizal Muttaqin, yang sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk berdiskusi dengan para kader mengenai penguatan ekonomi dan ketahanan pangan daerah.

Dalam arahannya, Faizal menegaskan pentingnya peran kader Ansor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui gerakan ekonomi nyata. Ia menyebut bahwa peternakan ayam pedaging merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan bagi kader Ansor di Bengkulu Selatan, mengingat tingginya kebutuhan daging ayam di pasar lokal maupun regional.

“Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial kader Ansor. Usaha peternakan ayam pedaging bisa menjadi ladang pengabdian sekaligus peluang ekonomi nyata bagi kader di tingkat akar rumput,” ujar Faizal.

Selain peternakan, Faizal juga menyoroti sektor pertanian hortikultura, khususnya budidaya pepaya dan semangka yang memiliki potensi besar di Bengkulu Selatan. Ia menyampaikan bahwa daerah tersebut memiliki kondisi tanah dan iklim yang sangat mendukung pengembangan dua komoditas ini, baik untuk konsumsi lokal maupun pasokan ke luar daerah.

“Pepaya dan semangka adalah komoditas cepat panen dan bernilai ekonomi tinggi. Jika dikelola dengan baik melalui kelompok tani kader Ansor, bisa menjadi sumber penghasilan baru sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis hasil pertanian,” jelas Faizal.

Lebih lanjut, diskusi juga membahas potensi pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti arang aktif dan briket ramah lingkungan. Menurut Faizal, pengembangan usaha berbasis bahan baku lokal dapat menjadi alternatif penting dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat ekonomi kader di tingkat desa.

“Kita harus jeli melihat peluang di sekitar kita. Bengkulu Selatan memiliki banyak sumber daya alam yang belum digarap optimal, salah satunya tempurung kelapa. Jika diolah dengan baik, produk ini bisa menjadi komoditas unggulan bahkan berpotensi ekspor,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Bengkulu Selatan Aflan Sugian, menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan pembentukan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) sebagai wadah pengembangan ekonomi kader. Melalui BUMA, berbagai potensi usaha seperti peternakan ayam, pertanian pepaya dan semangka, serta pengolahan tempurung kelapa akan dikembangkan secara terintegrasi dengan sistem kemitraan dan pelatihan kewirausahaan.

“BUMA akan menjadi motor penggerak ekonomi kader Ansor. Kami ingin kader tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Ini bagian dari semangat hubbul wathan minal iman mencintai tanah air dengan kerja nyata,” ujar Aflan.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana akrab dan terbuka itu dihadiri oleh pengurus cabang, ranting, serta sejumlah kader muda Ansor. Para peserta antusias membagikan ide-ide kreatif terkait pengembangan usaha, termasuk rencana pembentukan tim ekonomi kader untuk memetakan potensi usaha ayam pedaging, pertanian pepaya dan semangka, serta pengolahan tempurung kelapa di setiap wilayah kecamatan.

Menariknya, hasil dari diskusi tersebut rencananya akan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GP Ansor yang akan dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, pada 17 Oktober 2025, sebagai rekomendasi kegiatan ketahanan pangan di wilayah Bengkulu Selatan. Rekomendasi ini diharapkan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Ansor Bengkulu Selatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan ekonomi kader.

Melalui kegiatan sambang cabang ini, GP Ansor Bengkulu Selatan bertekad menjadi bagian dari gerakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi berbasis sumber daya lokal. Upaya konkret di bidang peternakan, pertanian, dan industri kreatif diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi kader serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Semangat kita sederhana, kader Ansor harus kreatif, mandiri, dan berdaya guna. Ketahanan pangan dan ekonomi bangsa dimulai dari gerakan kecil di tingkat desa,” tutup Faizal Muttaqin. (*)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan