PUISI: Terlanjur Mencintaimu, Bagai Pelangi Setelah Hujan

Puisi Terlanjur Mencintaimu Dalam coretan waktu yang tak terduga, Terlanjur mencintaimu, seperti angin yang menggoda. Seiring detik berlalu, hati ini tersentuh, Terlanjur mencintaimu, bagai matahari di ufuk pagi.   Pada mata yang berbinar, kilauan asmara, Terlanjur mencintaimu, seperti bintang di langit malam. Melintas bayang-bayang, menghiasi mimpi, Terlanjur mencintaimu, bagai pelangi setelah hujan.   Meski hati … Lanjutkan membaca PUISI: Terlanjur Mencintaimu, Bagai Pelangi Setelah Hujan