Kau bukan sekadar kain yang terjulur,
tapi peluk hangat pada jiwa yang kaku mengulur.
Selendang biru, di mana kau berhenti,
aku tahu, di sanalah hatiku ingin kembali.
PUISI: Selendang Biru, Biarlah Ia Sampai di Ufuk Jauh Sana
Kau bukan sekadar kain yang terjulur,
tapi peluk hangat pada jiwa yang kaku mengulur.
Selendang biru, di mana kau berhenti,
aku tahu, di sanalah hatiku ingin kembali.
Leave a comment