Nusantara Mails – Puisi Nganggur
Di sudut hari yang terasa panjang,
aku duduk, menatap bayang.
Jam berdetak, waktu berjalan,
tapi langkahku diam di persimpangan.
Nganggur, kata yang berat diucap,
seperti beban yang tak kunjung lenyap.
Mimpi-mimpi tergeletak di meja,
menunggu giliran yang entah kapan tiba.
Aku menyusun angan di atas awan,
tapi bumi memanggil dengan kenyataan.
Tak ada yang tahu jerit di dalam,
saat sunyi menjadi teman yang diam.
Tangan ini rindu menggenggam arti,
mencipta karya, menoreh bukti.
Namun, dunia seakan buta dan tuli,
melewatiku seperti debu yang sunyi.
Tapi aku tak ingin selamanya begini,
di balik diam, ada doa yang kuanyam rapi.
Sebab nganggur bukan akhir cerita,
hanya jeda sebelum langkah melesat jauh ke sana.

Leave a comment