Kurindu wajahmu, di balik kaca yang dingin,
Terpantul bayangan yang kian menjauh.
Di setiap coretan, ada rindu yang terpendam,
Mengalun lembut dalam sunyi yang terdiam.
Wajahmu bagai purnama yang menggoda,
Menyapa dalam senyum yang mengambang.
Namun, jarak ini memisahkan kita,
Antara dunia nyata dan khayalan yang menggoda.
Dalam gelap, aku menatap kepingan kaca,
Mencari jejakmu yang tersembunyi.
Kurindu wajahmu, di balik kaca yang rapuh,
Seperti bayangan yang selalu hadir dalam mimpi.

Leave a comment