Puisi Kuingat Janjimu
Di sudut hati yang sunyi merenung,
Kuingat janjimu, kata-kata yang membeku.
Bagaikan pelangi yang melintas di langit,
Janji itu mengukir warna dalam ingatan.
Dalam gemuruh waktu yang tak terduga,
Kuingat janjimu, getaran di dalam jiwa.
Seperti riak air di danau yang tenang,
Janji itu menciptakan jejak yang tak hilang.
Ketika mentari menyapa pagi yang baru,
Kuingat janjimu, sinar hangat yang memeluk.
Bagaikan embun pagi di kelopak bunga,
Janji itu tumbuh dalam kelembutan hati.
Dalam hening malam yang dipenuhi bintang,
Kuingat janjimu, suara bisikan yang menghanyut.
Seperti lagu yang dinyanyikan oleh angin,
Janji itu terus berkumandang dalam kegelapan.
Wanita Lebih Cerewet Dibandingkan Lelaki? Menggali Fakta di Balik Stereotip
Meski badai menggoyahkan fondasi,
Kuingat janjimu, pijakan yang teguh.
Bagaikan mercusuar di lautan gelap,
Janji itu memberikan arah dalam kebingungan.

Leave a comment