Puisi Kau Anggap Itu Suratan
Kau anggap itu suratan,
Sebuah kebetulan belaka,
Kasihku terasa diabaikan,
Hatiku hancur menjadi pecahan.
Setiap senyummu terlalu indah,
Menyulut api dalam diriku,
Namun kini semua terasa abu-abu,
Hanya bayangan yang tinggal di ingatan.
Kau anggap itu suratan,
Takdir yang tak dapat dipisahkan,
Namun aku merasa ditelantarkan,
Seperti bunga yang terlupakan.
Apa yang pernah kita bangun bersama,
Kini menjadi tak berarti,
Tak ada lagi arti dalam kata cinta,
Hanya kehampaan yang terus terpatri.
Kau anggap itu suratan,
Namun bagiku ini adalah penderitaan,
Cinta yang kau anggap takdir,
Kini membuatku terluka dan terlunta.

Leave a comment