Nusantara Mails – Puisi Gubuk Asmoro
Di tepi sunyi, di bawah langit biru,
berdiri gubuk kecil, sederhana namun syahdu.
Di sana asmara berbisik lembut,
mengikat hati dalam simpul yang larut.
Dindingnya anyaman cerita lama,
tentang cinta yang tumbuh tanpa jeda.
Atapnya beratap doa dan harap,
menjaga jiwa dari badai yang mengendap.
Gubuk asmoro, saksi bisu janji suci,
di bawah bintang yang melukis mimpi.
Setiap sudutnya penuh kenangan,
tentang tawa dan tangis yang bergantian.
Meski reyot dimakan waktu,
cintanya tetap segar, tak pernah layu.
Bukan kemewahan yang membuatnya hidup,
tapi rasa tulus yang saling merengkuh erat.
Gubuk asmoro, kau bukan sekadar tempat,
kau adalah rumah bagi hati yang terikat.
Di antara angin yang berhembus perlahan,
aku dan dia menemukan keabadian.

Leave a comment