Lautan emosi, badai yang melanda,
Namun aku tetap setia, seperti mercusuar di kepala batu.
Melintasi kabut kelam, menembus malam yang sunyi,
Aku selalu setia, seperti bintang yang bersinar di kegelapan.
Meski waktu berlalu, membentang jarak,
Aku tetap setia, seperti aliran sungai yang tak pernah putus.
Dalam senyap, dalam riuh kehidupan,
Aku selalu setia, seperti puisi yang terus diperdengarkan.
Mungkin tak selalu nampak, tak selalu terucap,
Namun dalam hati ini, setia tetap bersarang.
Ketika mentari bersinar dan hujan turun lembut,
Aku selalu setia, seperti janji yang kusemai.

Leave a comment