NUSANTARAMAILS.COM – PT Pindad resmi merilis senjata serbu terbaru ke publik sejak 26 Februari 2025 lalu. Assault Rifle atau senjata serbu ini resmi mulai diproduksi PT Pindad.
Peluncuran senjata terbaru ini merupakan akumulasi pengalaman produksi senjata terdahulu seperti SS1 dan SS2.
Senjata jenis SS3-M1 merupakan penyempurnaan berdasarkan masukan dari para prajurit dilapangan.
SS3-M1 juga dirancang sebagai platform senjata standar serbaguna kebutuhan taktis militer modern.
Khususnya bagi pasukan berpindah cepat atau Rapid Deployment. Selain itu, senjata ini juga digunakan bagi unit-unit dengan tingkat kesiapan operasi tinggi.
Meskipun seremoni pengenalan resminya digelar pada awal 2025, proses riset, pengembangan desain, dan pengujian SS3-M1 telah berlangsung jauh sebelumnya.
Platform ini dengan cepat mengamankan kontrak pengadaan resmi bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Kemudian dilanjutkan dengan tahap distribusi awal kepada unit-unit elit pada akhir 2025.
Memasuki tahun 2026, senapan ini telah tersebar luas dan dipergunakan secara aktif di berbagai batalyon operasional.
Dari sisi arsitektur dan mekanis, SS3-M1 merupakan murni evolusi mandiri dari trah keluarga SS (Senapan Serbu) Pindad.
Bukan hasil duplikasi atau lisensi langsung dari senapan asing. Senjata ini mengusung amunisi standar NATO 5,56 mm.
Sistem operasi gas-operated berbasis piston dan rotating bolt yang teruji handal di berbagai medan pertempuran.
Dengan bobot relatif ringan sekitar 3,25 kg (tanpa amunisi), magasin standar berkapasitas 30 butir.
Selain itu, jangkauan tembak efektif hingga 300 meter, senjata ini memberikan mobilitas serta daya gempur yang optimal bagi setiap prajurit.
Pengembangan SS3-M1 juga menekankan pada aspek modularitas serta kenyamanan penanganan (ergonomics) modern.
Pelindung tangannya (handguard) telah terintegrasi dengan rel Picatinny di bagian atas serta slot M-LOK di sisi samping dan bawah.
Sehingga memudahkan pemasangan berbagai peranti taktis seperti alat bidik optik (red dot, holographic, maupun magnifier). Kemudian, lampu senter taktis, penunjuk laser, hingga penyangga (bipod).
Selain itu, penggunaan popor teleskopik yang dapat disesuaikan panjangnya. Ini memberikan penyesuaian postur yang fleksibel serta memudahkan pergerakan di ruang sempit (Close Quarters Battle).
Untuk menunjang fleksibilitas peran di lapangan, SS3-M1 dirancang dengan beragam opsi panjang laras.
Mulai dari 10,5 inci untuk operasi khusus dan CQB, 14,5 inci sebagai varian standar komando, 16 inci untuk efisiensi balistik lapangan.
Kemudian, 20 inci untuk peran tembakan presisi atau penembak jitu tingkat regu (Designated Marksman Rifle).
Melalui kombinasi ketahanan, kelengkapan fitur taktis, dan fleksibilitas platform tersebut.
PT Pindad memproyeksikan performa SS3-M1 mampu bersaing secara langsung di kelas yang sama dengan senapan serbu standar militer global.(**)

Leave a comment