SULAWESI BARAT || NUSANTARAMAILS.COM – Proyek yang diduga siluman tiba-tiba hadir di Desa Pamoseang Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).
Tiba-tiba ada 24 biji Water Closed (WC) dibangun, progres pekerjaan sudah mencapai 70 persen tapi papan merek proyeknya gaib. Yang bikin geleng kepala, Bendahara Desa pas ditanya malah plonga-plongo ngaku tidak tahu dananya dari mana.
Logika Warung Kopi Saaja dipakai :
Kalo bendahara tidak tahu, berarti ini bukan Dana Desa (DD). Fix ini “barang jatuhan” dari atas. Bisa dari Dinas PU atau Dinas Perkim Kabupaten, Provinsi, atau yang paling santer: Dana Pokir (Aspirasi) Dewan.
Coba Dihitung Kasarnya Saja :
Satu WC standar proyek di gunung (Mambi) itu anggarannya bisa Rp 10 hingga Rp 15 juta. Jika dikalikan 24 titik dengan rata-rata nilai proyek Rp 12 juta maka total anggarannya Rp 288 juta.
Angka segitu harusnya proyek tender. Tapi biar tidak ribet, biasanya dipecah-pecah jadi paket PL (Penunjukan Langsung) dibawah 200 juta. Pinter kan mainnya?
Dugaan Modus: SANDES yang “Dibajak”
Kemungkinan ini dana DAK Sanitasi (SANDES). Aturannya sih swakelola (Padat Karya), alias warga desa sendiri yang kerja biar dapat upah.
Tapi kalau yang kerja orang luar dan desa tidak tahu apa-apa, ada indikasi KSM Fiktif.
Nama kelompoknya ada di kertas, tapi rekening dan pengerjaan dipegang kontraktor/oknum dinas. Warga cuma jadi penonton.
Saran Buat Warga Pamoseang:
Cek Tukangnya: Tanya itu tukang warga lokal apa impor? Kalo tukang dibawa dari luar, fix ini proyekan kontraktor. Padahal aturannya harus Padat Karya.
Interogasi Halus: “Pak, material semen/klosetnya drop-an dari toko mana?” Biasanya supliernya sudah ditunjuk dinas.
Hitung Ulang: Bener ga ada 24 unit? Jangan-jangan di kertas 24 unit sedangkan di lapangan cuma ada 20 unit. Sisa empat unit dimakan hantu.
Coba iseng cek di LPSE Mamasa, cari kata kunci “Tangki Septik” atau “Sanitasi” di Mambi. Kalau paketnya baru nongol pada bulan Oktober atau November kemaren, ya inilah barangnya. Proyek kejar tayang akhir tahun.
Jangan sampe WC-nya jadi, tapi hukumnya dibilas. Baunya lebih nyengat dari isinya nanti.(**)

Leave a comment