Skip to content

Program OPOP Dinkop UKM Jatim Pameran Produk Pesantren Kualitas Layak Jual

Kadinkop UKM Provinsi Jatim, Andromeda Qomariah (tengah).

SURABAYA || NUSANTARAMAILS.COM – Pembiayaan sosialisasi akses keuangan syariah dalam mendukung program one pesantren one product (OPOP) 2023 diadakan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Jatim, di Grand Ballroom lantai 2, Masjid Al Akbar Surabaya, Kamis (9/11).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam talkshow yang bertujuan untuk sosialisasi akses keuangan syariah dalam mendukung program One Pesantren One Product (OPOP).

“Kita beberapa kali lakukan ini bersama pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini sangat penting bagi mereka mulai pengurus, pengelola, dan anggota OPOP akan lebih memahaminya,” tutur Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Kadinkop UKM) Provinsi Jatim, Andromeda Qomariah kepada awak media.

Baca Juga : 

Diduga Yello Hotel Jemursari Kurang Menjamin Kebersihan Fasilitas Piring Kecil Cangkir Terdapat Noda Bekas Kopi atau Teh

Mereka terdiri 1000 peserta mengikuti kegiatan tersebut agar dapat mengakses pembiayaan dan pengelolaan keuangan berbasis syariah. Tidak hanya itu, sambung Andromeda Qomariah, pihaknya turut mengundang beberapa pemateri supaya mereka dapat melakukan startegi maupun mengakses dalam pembiayaan syariah.

“Kita undang pematerinya dari DPRD Provinsi Jatim Komisi B Pak Alyadi Mustofa, bersama rekan Bank Jatim Syariah,” terangnya.

Disisi lain, peserta juga akan menambah pengetahuan terkait dengan kebijakan inklusi dan literasi keuangan. Untuk target tahun 2024, maupun tahun 2023 sekarang sudah mencapai 1000 peserta tergabung dalam OPOP.

“Kita sudah adakan saat ini, mulai pameran produk pesantren dengan kualitasnya tentu sudah kompetitif. Artinya, sudah bisa layak jual,” katanya.

Lebih lanjut Andromeda Qomariah menjelaskan, diantara mereka peserta juga ada yang mengembangkan produksinya sudah mencapai ekspor, hingga tak sedikitnya mereka juga ada yang mengalami keluhan ataupun kendala.

“Iya, pasti mereka mengalami kendala, tapi kita yakin mereka (pesantren) punya semangat sangat kuat. Itu dapat di lihat melalui sistem digitalisasinya,” paparnya.

Andromeda Qomariah menambahkan, dari antara mereka santri punya produk pemasarannya melalui aplikasi. Maka ini sudah mengikuti perkembangan digitalisasi.

“Mereka juga mendapatkan kesempatan sama dengan yang lain, kita buka keran untuk mereka yang bukan hanya mengaji, tetapi sisi pengembangan ekonomi dapat berkembang,” imbuhnya. (fzi/yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan