KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Longsor menghantam fasilitas turbin dan saluran air di Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidrogen (PLTM) II Padang Guci sejak April 2024 lalu.
Akibat longsor tersebut, seluruh fasilitas PLTMH II rusak berat dan mati total. Dampaknya, PLTMH II tidak beroperasi. Suplai listrik perpangku pada PLTMH I yang mampu menghasilkan 4,5 megawatt.
Kerusakan pada turbin dan suplai air dari bendungan sangat parah. Material longsor dari bukit Raje Mandare cukup parah.
Darsono didampingi beberapa pelaksana konstruksi dari PT Abipraya menjelaskan kepada Wakil Bupati (Wabup) Kaur, Abdul Hamid, S. Pd.I mengatakan, PT Sahung Brantas Energy menargetkan perbaikan rampung pada Januari 2026.
Gundukan material longsor dan pipa saluran air menuju turbin terlihat jelas berserekan akibat hantaman tanah longsor.
Baca Juga :
Bupati dan Wabup Kaur Lounching Pemberian Obat Pencegahan Kasus Kecacinga ln kepada Pelajar
Begitu pula pada bendungan mengalami gangguan sehingga saat ini sama sekali tidak dapat memutar mesin turbin PLTMH II.
“Targetnya di bulan Januari 2026 sudah rampung. Namun, kendala yang dihadapi yakni cuaca menjadi tantangan terberat. Kultur tanah yang labil, membuat proses pekerjaan lebih lamban ditambah kondisi curah hujan yang cukup tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Wabup Abdul Hamid, S. Pd. I mengatakan, Pemda berharap kepada PLTMH maksimal dalam pekerjaan perbaikan. Sehingga, kondisi listrik di Kabupaten Kaur dapat teratasi dengan baik.
“Pemda mendorong PLTMH dapat memenuhi target di bulan Januari 2026. Sebelumnya, kita sudah menargetkan bulan Oktober 2025 ini sudah tidak ada pemadaman listrik namun faktor bencana menjadi penghambat utama dalam memenuhi target tersebut,” ucap Abdul Hamid.(yti)

One comment