Skip to content

Pertanyakan Transparansi Pengawasan MBG, Korwil SPPG Bengkulu Tuai Sorotan

Sie Dokkes Polres Kaur cek menu makanan MBG SPPG Kaur Tengah

BENGKULU || NUSANTARAMAILS.COM – Publik kembali menyoroti komitmen pembenahan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kali ini, sorotan tajam publik tertuju pada sikap Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Bengkulu.

Korwil SPPG Bengkulu, Iqbal Ramadhan dinilai belum memberikan penjelasan yang aktual terkait sejumlah persoalan SPPG di Bengkulu.

Upaya konfirmasi media terhadap Korwil terkait isu krusial di lapangan sebut belum mendapat tanggapan serius.

Kondisi ini menjadi perhatian karena pelaksanaan MBG menyangkut langsung aspek kesehatan, keamanan pangan, kualitas gizi.

Selain itu, menyangkut keselamatan para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.

Sikap yang dinilai tertutup tersebut juga dipertanyakan karena pemerintah pusat melalui BGN tengah memperketat pengawasan.

Pengawasan tersebut menyangkut standar operasional, termasuk aspek higienitas, sanitasi, dan pengelolaan dapur SPPG.

Tiga Persoalan yang Menunggu Penjelasan

Berdasarkan penelusuran dan catatan media, setidaknya terdapat tiga persoalan yang masih membutuhkan penjelasan dari pengelola SPPG di Bengkulu.

1. Hasil Sidak Bersama DPRD Provinsi Bengkulu

Publik masih menunggu penjelasan mengenai hasil evaluasi setelah inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan SPPG bersama jajaran DPRD Provinsi Bengkulu.

Apa saja temuan di lapangan, bagaimana tindak lanjutnya, serta apakah terdapat rekomendasi perbaikan terhadap dapur MBG yang diperiksa menjadi informasi penting bagi masyarakat.

2. Status Dapur MBG di Bengkulu

Penertiban terhadap dapur MBG yang tidak memenuhi standar oleh BGN pusat juga memunculkan pertanyaan mengenai kondisi dapur SPPG di Provinsi Bengkulu.

Apakah terdapat dapur yang mendapatkan sanksi, penghentian sementara, atau bahkan penutupan permanen masih membutuhkan penjelasan resmi dari pihak terkait.

Kepastian tersebut penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG dilakukan di daerah.

3. Dugaan Keracunan Siswi MTsN 2 Seluma

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah dugaan keracunan makanan yang dialami Bimba Lestari (12), siswi kelas VII MTsN 2 Seluma.

Korban dilaporkan mendapatkan perawatan di RSUD Tais setelah mengonsumsi paket MBG yang terdiri dari nasi, ayam, apel, tahu, tempe, dan selada.

Informasi mengenai hasil pemeriksaan medis dan laboratorium serta kaitannya dengan makanan yang dikonsumsi korban perlu dijelaskan secara hati-hati berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan resmi pihak berwenang.

Dalam kasus seperti ini, publik tentu membutuhkan informasi mengenai hasil investigasi, pemeriksaan sampel makanan, langkah penanganan korban, serta evaluasi terhadap penyedia makanan MBG terkait.

Transparansi Dibutuhkan

Program MBG merupakan program strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, keterbukaan informasi mengenai standar keamanan pangan, hasil pemeriksaan.

Serta tindak lanjut terhadap setiap persoalan di lapangan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Pihak pengelola SPPG di daerah diharapkan tidak hanya memastikan program berjalan, tetapi juga mampu memberikan penjelasan terbuka ketika muncul persoalan yang menyangkut kualitas makanan dan keselamatan penerima manfaat.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Koordinator Regional SPPG Provinsi Bengkulu, Iqbal Ramadhan, terkait sejumlah persoalan tersebut belum mendapatkan tanggapan.

Redaksi tetap membuka ruang bagi Iqbal Ramadhan maupun pihak SPPG/BGN untuk memberikan klarifikasi, koreksi, atau penjelasan resmi atas informasi yang diberitakan.(**)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan