BENGKULU SELATAN || NUSANTARAMAILS.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Jeranglah Rendah Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) lestarikan budaya seni qasidah.
Kesenian qasidah yang kerap tampil diacara keagamaan ini mulai pudar seiring perkembangan jaman.
Seni qasidah mulai pudar diera milenial dan digitalisasi saat ini. Gerusan tekhnologi membuat seni qasidah harus tersengkir.
Bahkan, tidak banyak generasi muda yang menguasai seni qasidah. Mayoritas anggotamya adalah ibu-ibu yang sudah berusia kepala tiga.
Baca Juga :
“Kita berupaya kembali menghidupkan seni qasidah yang saat ini mulai pudar dimakan jaman. Tekhnologi mengikis secara perlahan seni-seni tradisional. Untuk itu, Pemdes Jeranglah Rendah berupaya untuk melestarikannya,” ujar Kades Jeranglah Rendah, Junali.
Seni qasidah mulai ditinggalkan generasi muda karena dianggap sudah tidak relevan dengan jaman, sambung Junali.
Menurutnya, seni qasidah ini perlu dilestarikan dan wariskan kepada anak muda agar tetap eksis ditengah gempuran budaya modern.
“Harus terus dilestarikan agar tetap bertahan ditengah modernisasi saat ini,” ungkap Junali.(yti)

Leave a comment