Skip to content

Pejabat di Atas Panggung Hias, Masyarakat di Bawah Payung yang Dibawa dari Rumah Sendiri

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM — Pemandangan berbeda kerap muncul dalam setiap acara besar pemerintah. Salah satunya puncak HUT RI.

Pejabat duduk nyaman di atas panggung yang penuh hiasan dan fasilitas.

Sementara itu, masyarakat berdiri atau duduk di bawah payung seadanya.

Ironisnya, sebagian warga bahkan membawa payung sendiri dari rumah.

Kondisi tersebut tentu menghadirkan pertanyaan tentang cara penyelenggara memperlakukan masyarakat.

Sebab, masyarakat datang bukan sekadar memenuhi tempat acara.

Mereka juga datang untuk menyaksikan sekaligus ikut merasakan kegiatan pemerintah.

Namun, kenyamanan pejabat sering terlihat lebih terjamin daripada kenyamanan masyarakat.

Padahal, pemerintah semestinya menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam setiap kegiatan.

Selain itu, panitia perlu memperhitungkan kondisi cuaca sebelum menggelar acara terbuka.

Apalagi, hujan dan panas dapat mengganggu warga yang mengikuti acara dari awal.

Karena itu, penyelenggara perlu menyiapkan tempat berteduh bagi seluruh peserta.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mencari perlindungan sendiri saat cuaca berubah.

Kondisi tersebut juga menyangkut wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Sebab, pelayanan publik tidak hanya berlangsung di kantor pemerintahan.

Pelayanan juga tercermin melalui sikap pemerintah ketika menggelar kegiatan bersama warga.

Selanjutnya, pemerintah perlu membangun budaya penyelenggaraan acara yang lebih ramah masyarakat.

Panggung memang perlu untuk memberikan ruang bagi pejabat dan tamu undangan.

Namun, kebutuhan masyarakat juga harus mendapat perhatian yang setara.

Jangan sampai kemeriahan panggung justru menutupi persoalan sederhana di bawahnya.

Masyarakat tidak meminta perlakuan istimewa dalam setiap kegiatan pemerintah.

Mereka hanya membutuhkan tempat yang layak untuk mengikuti acara dengan nyaman.

Karena itu, evaluasi terhadap setiap kegiatan publik perlu berjalan secara terbuka.

Panitia juga perlu menghitung jumlah peserta dan kebutuhan fasilitas sejak awal.

Dengan langkah tersebut, pemerintah dapat menghadirkan kegiatan yang lebih inklusif.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan acara bukan hanya kemegahan panggung.

Keberhasilan juga terlihat dari kenyamanan masyarakat yang hadir di bawahnya.

Sebab, pemerintah berdiri untuk melayani masyarakat, bukan sekadar tampil di atas panggung.

Catatan redaksi, informasi berita ini bertujuan informatif dan tidak ada unsur ujaran kebencian, menyudutkan, memihak, provokasi, atau ajakan tertentu kepada pihak manapun.

Materi digunakan untuk tujuan informasi sesuai prinsip fair use dalam UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan