Skip to content

Pecatan Marinir TNI AL Ini Jadi Pasukan Bayaran Rusia Di Perang Ukraina, Segini Nilai Kontraknya

Foto : tribunnews.com

NUSANTARAMAILS.COM – Satria Arta Kumbara mantan anggota TNI Angkatan Laut (AL) berpangkat Bintara yang dipecat dari kesatuan mendadak viral setelah fotonya beredar di Media Sosial (Medsos).

Satria Arta Kumbara kini menjadi militer bayaran Rusia dalam perang Ukraina. Ia bergabung dengan militer Rusia menjadi tentara bayaran alias kontrak dalam perang melawan Ukraina.

Foto tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial dan menuai pro kontra. Diketahui, eks prajurit TNI AL ini sebelum menjadi tentara di Rusia, Ia merupakan anggota Itkormar berpangkat bintara.

Dalam unggahan terbarunya, Satriya Arta Kumbara membantah jika ia merupakan tentara bayaran (mercenary) Rusia.

Baca Juga : 

Jamin Keamanan dan Iklim Investasi, Polri Tuntaskan 3.326 Kasus Premanisme Melalui Ops Serentak

Dia mengaku, direkrut secara resmi hingga bergabung menjadi tentara Rusia untuk berperang di garda terdepan melawan Ukraina.

Tak dijelaskan lebih lanjut, apakah Satriya Arta Kumbara masih memegang paspor WNI atau sudah resmi berganti kewarganegaraan Rusia.

Besaran Gaji Tentara Bayaran di Rusia

Rusia merekrut warga negara dari beberapa negara, terutama dari belahan bumi selatan untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina, dengan tawaran beberapa insentif lainnya seperti status kewarganegaraan.

Dalam sebuah wawancara dengan DW, media asal Jerman, seorang pemuda berusia 21 tahun warga Sri Lanka, ditawari kontrak sebagai tentara dari Kementerian Pertahanan Rusia melalui pihak ketiga, dengan upah 2.300 dollar AS atau setara dengan Rp 21,47 juta perbulannya.

Setelah dua bulan bertugas di pedalaman, ia dikirim ke pinggiran kota Donetsk, Ukraina, yang diduduki Rusia.

“Saya memberi tahu komandan bahwa saya ingin kembali ke Sri Lanka, tetapi ia mengatakan hal itu tidak mungkin, dan bahwa menurut kontrak, saya akan menghadapi hukuman 15 tahun penjara di Rusia jika saya melarikan diri,” kata pemuda itu kepada DW dikutip dari tribunnews.com

Ia menambahkan bahwa, di unitnya, ada juga warga negara Nepal, India, Kirgistan, dan Tajikistan.

Kantor berita Bloomberg, mengutip pejabat Eropa, menulis bahwa Rusia juga telah mengirim ribuan pekerja migran dan mahasiswa asing untuk bergabung dengan tentara Rusia guna berperang melawan Ukraina.

Orang-orang ini dilaporkan diberi tahu bahwa visa mereka tidak akan diperpanjang lagi jika mereka menolak bertugas.

Sementara itu, bayaran bagi tentara yang bekerja melalui Wagner, relatif lebih tinggi dibandingkan legiun asing yang dipekerjakan Kementerian Pertahanan Rusia.

Hal ini wajar, karena Wagner mensyaratkan pengalaman bertempur, sehingga anggota Wagner hampir seluruhnya berasal dari mantan tentara di negara asal.

Gaji tentara legiun asing berkisar 1.200 dollar AS sampai 3.000 dollar AS. Ini setara dengan Rp 19,82 juta sampai dengan Rp 49,56 juta (kurs Rp 16.520).

Bayaran menjadi tentara legiun asing sangat bervariasi. Tergantung dari pengalaman, tempat penugasan, lama kontrak, hingga pihak yang merekrut. Berdasarkan hukum internasional, menjadi tentara bayaran bukanlah tindak pidana.

Besarnya gaji tentara bayaran di Rusia tentu sangat berbeda jauh dengan gaji militer di Indonesia. Sehingga, menarik minat bagi eks tentara Indonesia untuk bergabung dengan militer di luar negeri.(yti/tribunnews)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan