Skip to content

Oase Fajar, Beda Cara Meraih Bahagia

Gambar ilustrasi pemanis.(foto: facebook)

NUSANTARAMAILS.COM – DALAM hidup setiap orang pasti ingin bahagia, dan tak satupun manusia yang ingin merasakan hidup susah.

Hanya saja, setiap kondisi dan cara orang berbeda-berbeda untuk meraih kebahagiaan tersebut.

Dan disinilah yang pada akhirnya akan membedakan antara orang beriman dengan orang yang tidak beriman.

Ada orang yang merasa bahagia dengan tidak menutup auratnya, sebagaimana ada perempuan yang bahagia dengan cara menutup auratnya menggunakan jilbab.

Ada orang yang merasa bahagia dengan mendengarkan musik atau menyanyi, sebagaimana ada orang yang bahagia dengan cara membaca dan menghafal Al Qur’an.

Ada orang yang merasa bahagia dengan menjalani pacaran, sebagaimana ada orang yang bahagia memililh tetap sendiri hingga akad nikah tiba.

Ada orang yang merasa bahagia dengan cara menyekutukan Allah, sebagaimana ada orang yang bahagia mentauhidkan Allah pada lahir dan batinnya.

Baca Juga : 

Cegah Kecelakaan, Satlantas Pasang Spanduk Peringatan di Lokasi Rawan Longsor

Ada orang yang bahagia dengan cara korupsi milyaran rupiah, sebagaimana ada orang yang bahagia bekerja dengan halal meski hasilnya tak banyak.

Ada orang yang bahagia bisa menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan ke Mall, sebagaimana ada orang yang bahagia ia bisa hadir di dalam majelis ilmu.

Ada orang yang bahagia hidup mewah dengan cara riba, sebagaimana ada orang yang bahagia dengan hidup sederhana meninggalkan riba.

Itulah berbagai cara orang untuk meraih dan merasakan bahagia, satu tujuan hanya ingin bahagia, namun berbeda cara yang di tempuhnya.

Ada yg hitam dan ada yang putih, ada yang baik dan ada yang buruk, ada yang taat dan ada yang maksiat,

Semua tergantung bagaimana kondisi keimanan masing-masing individu.

Namun, yang pasti cara apapun yang kita tempuh dalam mencapai kebahagiaan, akan ada konsekuensi dan balasannya yaitu surga atau neraka.

Karena itu, mari kita tempuh cara yang benar untuk meraih kebahagiaan, agar kebahagiaan itu terus berlanjut hingga kelak di dalam surga bukan di dalam neraka.

“Mari instropeksi diri dengan memperbanyak amal ibadah, bukan dengan dosa, hidup di dunia ini sementara”.(**)

Article topics

3 comments

Tinggalkan Balasan