Skip to content

Nyai Ageng Serang, Panglima Perang Wanita Asal Jawa Yang Gagah Berani

NUSANTARAMAILS.COM – Nama Nyi Ageng Serang sangat disegani pada masanya oleh tentara VOC Belanda. Ia adalah sosok panglima perang wanita asal Jawa yang gagah berani memimpin pertempuran.

Kontak senjata di Tegalrejo pada 20 Juli 1825 membuka Perang Jawa yang menewaskan 200 ribu jiwa dan menelan biaya 20 juta gulden.

Nyi Ageng Serang melancarkan berbagai aksi untuk melemahkan tentara Belanda. Di Semarang, Kolonel de Bruyn akhirnya menyerahkan diri setelah gagal menghadapi serbuan pasukannya, bahkan kemudian bersimpati padanya.

Residen Semarang Hendrik Jacob Domis terperanjat mendengar laporan bahwa pasukan yang mengepung wilayahnya dipimpin seorang wanita tua yang hanya bersenjata tombak dan membawa panji “Gula Kelapa”.

Baca Juga : 

Ketua GP Ansor Bengkulu Imbau Masyarakat Waspada terhadap Kebangkitan HTI

Domis bukan satu-satunya pejabat Belanda yang keheranan. Kolonel Jan Baptist Cleerens, Kolonel Van Geen, dan Jenderal de Kock juga tak percaya di antara pasukan Diponegoro ada seorang panglima perempuan.

Lantas Siapa Nyi Ageng Serang itu ?

Nyai Ageng Serang dilahirkan sekitar tahun 1752 di Desa Serang sekitar 40 km sebelah utara Surakarta dekat Purwodadi, Jawa Tengah. Nyi Ageng Serang masih keturunan Sunan Kalijaga. Ayahnya adalah Pangeran Ronggo seda Jajar yang dijuluki Panembahan Senopati Notoprojo.

Pangeran Notoprojo menguasai wilayah terpencil dari Kerajaan Mataram tepatnya di wilayah Serang yang sekarang berada di wilayah perbatasan Grobogan-Sragen. Pangeran Notoprojo juga adalah penguasa wilayah Serang di Jawa Tengah, yang juga menjabat sebagai Panglima Perang di bawah Sultan Hamengku Buwono I.(**)

Oleh : Sejarah Cirebon

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan