KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali meresahkan petani di Kabupaten Kaur. Akibatnya, para petani terus mengalami kerugian karena hasil panen berkurang sebelum masuk timbangan.
Dalam beberapa pekan terakhir, laporan kehilangan TBS semakin sering muncul. Selain itu, para petani mengaku kesulitan mengawasi kebun karena lokasi berjauhan dari permukiman.
Sejumlah pelaku yang dikenal dengan sebutan “ninja sawit” memanfaatkan kondisi tersebut. Mereka bergerak saat malam hingga dini hari untuk menghindari pengawasan warga.
Karena itu, petani mulai meningkatkan penjagaan kebun secara bergiliran. Bahkan, sebagian petani memilih bermalam di pondok kebun saat musim panen.
Salah seorang petani mengaku kehilangan puluhan tandan dalam satu malam. Akibatnya, pendapatan keluarga ikut menurun setiap kali pencurian terjadi.
Selain merugikan petani, aksi tersebut juga mengganggu stabilitas usaha perkebunan rakyat. Oleh sebab itu, warga meminta perhatian serius dari pihak terkait.
Sementara itu, tokoh masyarakat mengajak warga memperkuat pengawasan lingkungan. Selanjutnya, warga juga diminta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Baca Juga :
Di sisi lain, aparat keamanan terus meningkatkan patroli pada kawasan perkebunan. Dengan demikian, petugas berharap dapat menekan angka pencurian sawit.
Para petani berharap pelaku segera tertangkap. Selain itu, mereka ingin suasana kebun kembali aman menjelang masa panen berikutnya.
Jika kondisi ini terus berlanjut, kerugian petani diperkirakan semakin besar. Karena itu, semua pihak perlu bersinergi menjaga keamanan perkebunan sawit.(yti)

Leave a comment