Skip to content

Modus Permainan BBM Subsidi, Sekali Isi Pakai Dua Barcode

Foto : Doc Kompas Otomotif

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Praktik penyalahgunaan BBM subsidi kembali menjadi sorotan. Kali ini, sejumlah kendaraan diduga memanfaatkan dua barcode berbeda untuk memperoleh BBM subsidi dalam satu kali antri.

Modus tersebut memicu keluhan masyarakat. Sebab, antrean kendaraan terus memanjang, sementara stok BBM subsidi sering cepat habis.

Praktiknya, kendaraan mengisi full tangki menggunakan dua barcode berbeda. Pasalnya, penerapan pembatasan jumlah pengisian masih berlaku.

Satu hari, satu mobil dibatasi paling banyak 25 liter pertalite. Namun, pada kenyataannya masih banyak kendaraan yang mampu mengisi hingga 40 liter sekali isi.

Beberapa warga menilai praktik itu merugikan masyarakat. Selain itu, pelaku diduga memanfaatkan celah pengawasan di lapangan.

Seorang warga mengaku sering melihat kendaraan yang mengisi pertalite dengan modus dua kali scan barcode.

Menurutnya, pengemudi menggunakan barcode berbeda saat melakukan pengisian. Karena itu, mereka bisa memperoleh kuota lebih banyak.

Akibatnya, distribusi BBM subsidi menjadi tidak merata. Sementara itu, masyarakat yang berhak justru harus menunggu lebih lama.

Di sisi lain, sejumlah sopir angkutan mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan BBM saat kebutuhan transportasi meningkat.

Karena itu, masyarakat meminta pengelola SPBU memperketat pengawasan. Selain itu, mereka juga berharap petugas memverifikasi data kendaraan secara cermat.

Tak hanya itu, warga juga mendorong aparat terkait melakukan pemeriksaan. Dengan demikian, potensi penyalahgunaan BBM subsidi dapat ditekan.

Masyarakat berharap pengawasan berjalan konsisten. Selanjutnya, penyaluran BBM subsidi dapat tepat sasaran dan memberi manfaat bagi yang berhak.

Jika praktik tersebut terus berlangsung, maka tujuan subsidi berpotensi meleset.

Oleh sebab itu, semua pihak perlu meningkatkan pengawasan dan kepatuhan aturan.(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan