Para ilmuwan kemudian melacak para peserta selama tujuh tahun, selama periode tersebut tercatat 503 kematian.
Ada 352 kematian di antara laki-laki. Dari jumlah tersebut, 304 (empat persen) adalah mereka yang memiliki minat terhadap s*ks dibandingkan dengan 48 (delapan persen) yang tidak memiliki minat.
Analisis yang disesuaikan dengan BMI, usia, status perkawinan, dan faktor lain menemukan pria yang memiliki minat pada s*ks secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal selama masa studi.
Sedangkan pada wanita terdapat 146 kematian yang terdiri dari 127 orang pada kelompok yang berminat pada s*ks (1,3 persen) dan 19 (satu persen) pada kelompok yang tidak berminat.
Para ilmuwan tidak berspekulasi mengapa pola tersebut tidak berlaku pada wanita.

Leave a comment