KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Kasus kecelakaan lalu lintas akibat hewan ternak yang dibiarkan berkeliaran di jalan raya kembali menjadi sorotan. Kondisi ini bukan hanya mengancam keselamatan pengendara, tetapi juga mencerminkan rendahnya kesadaran sebagian pemilik ternak terhadap tanggung jawab sosial di ruang publik.
Di sejumlah titik jalan lintas di Kabupaten Kaur, masih ditemukan sapi, kambing hingga kerbau yang bebas berkeliaran tanpa pengawasan. Bagi sebagian pemilik, melepas ternaknya dianggap hal wajar dan “sudah biasa”. Namun bagi para pengendara, situasi tersebut menjadi ancaman nyata yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa.
Seorang pengendara motor yang melintas di wilayah Padang Guci mengaku kerap was-was. “Kadang malam hari, sapi tiba-tiba muncul di tengah jalan. Lampu motor terbatas, mau menghindar pun sulit. Sudah banyak kejadian orang jatuh gara-gara ini,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Pemerintah daerah sebenarnya telah berulang kali mengingatkan agar pemilik ternak tidak membiarkan hewan berkeliaran bebas. Bahkan beberapa desa telah memiliki peraturan desa (Perdes) yang mengatur sanksi bagi pemilik ternak yang lalai. Namun penegakan aturan masih belum maksimal, sehingga perilaku ini terus berulang dari tahun ke tahun.
Kondisi ini memunculkan keprihatinan dari berbagai kalangan. Banyak yang berharap para pemilik ternak kembali mengetuk hati nurani—bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas, tetapi juga mereka yang memiliki hewan. Satu ekor sapi yang dibiarkan di jalan raya bisa berakibat pada hilangnya satu nyawa, terlukanya pengendara, hingga timbulnya beban ekonomi bagi keluarga korban.
Masyarakat berharap ada langkah lebih tegas dari pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten. Di sisi lain, para pemilik ternak diminta meningkatkan kesadaran dan kepedulian. Mengandangkan, mengikat, atau menjaga ternak bukan hanya soal aturan—tetapi tentang menghormati hak orang lain untuk selamat di jalan raya.
Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Sudah saatnya budaya membiarkan ternak berkeliaran di jalan raya dihentikan. Jangan menunggu ada korban berikutnya untuk berubah. Stop nyawa melayang karena kelalaian yang bisa dicegah.
Teranyar, kecelakaan pengendara akibat hewan ternak terjadi di jalan lintas Sumatera tepatnya di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Tanjung Kemuning yang mengakibatkan anak SMP meninggal dunia pada Minggu (30/11/2025) dini hari.(yti)

Leave a comment