PRINGSEWU || NUSANTARAMAILS.COM – RP (34) oknum guru sebuah Sekolah Dasar (SD) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) buat geleng-geleng kepala.
Betapa tidak ia mengakui mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu saat mengajar di kelas.
Bahkan, ia mengaku ketergantungan sabu-sabu sejak masih kuliah. Ia mengakui bahwa sudah 10 tahun menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.
Bukan baru coba-coba, RP membuat penyidik Satres Narkoba Polres Pringsewu Polda Lampung geleng-geleng kepala karena pengakuannya.
Ia sudah menjadi budak sabv-sabv sejak masih duduk di bangku kuliah, atau sekitar 10 tahun lamanya.
Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunus Saputra, pada Jumat (30/1/2026), membeberkan fakta mencengangkan terkait jadwal konsumsi narkoba sang ibu guru yang sudah seperti minum obat, yakni minimal dua kali sehari.
Baca Juga :
Dosis Pagi
Digunakan untuk memenuhi ketergantungan (sakau) agar bisa beraktivitas.
Sangat mengerikan membayangkan ia mengajar siswa SD di bawah pengaruh sisa narkoba.
Dosis Malam
Digunakan khusus saat bersama pacarnya, RR, untuk “stamina” saat berhubungan intim.
Penangkapan RP bermula dari pengembangan kasus sang kekasih.
Polisi awalnya meringkus RR (pacar RP) pada Rabu (21/1/2026) siang di Pardasuka, Pringsewu.
Dari “nyanyian” RR, polisi bergerak cepat ke Kecamatan Bulok, Tanggamus, hanya selang setengah jam, RP ikut diciduk di rumahnya tanpa perlawanan.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi integritas ASN/PPPK. Sebagai aparatur negara yang digaji rakyat, RP seharusnya menjadi teladan moral.
Kapolres menegaskan kasus ini adalah bukti nyata bahwa narkoba tidak pandang bulu. Profesi mulia seperti guru pun bisa ditembus oleh jerat sabv-sabv.
Kini, RP harus menukar ruang kelasnya dengan jeruji besi sel tahanan Polres Pringsewu.
Pengabdian 10 tahun RP sebagai pecandu akhirnya tamat di tangan polisi.
Kasus ini membuka mata bahwa tes urine berkala bagi tenaga pendidik mungkin sangat diperlukan demi menyelamatkan generasi penerus dari guru yang “teler”.
Pengakuan RP ini menjadi pembelajaran bagi ASN maupun PPPK. Betapa pentingnya menjaga itegritas sebagai abdi masyarakat.
Pemerintah juga diminta untuk lebih jeli dan serius melakujan tes urine berkala bagi seluruh ASN atau PPPK.(**)

One comment