NUSANTARAMAILS.COM – Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara rinci sejarah terbentuknya Desa Tanjug Kemuning. Di era milenial ini, Desa Tanjung Kemuning Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur telah berkembang pesat menjadi salah satu wilayah pusat perekonomian.
Penduduknya juga sudah banyak yang berasal dari luar daerah. Namun, kesatuan dan persatuan masyarakat masih sangat kental, semangat kebersamaan senasib sepenanggungan serta gotong royong masih dijunjung tinggi.
Melawan lupa sejarah terbentuknya Desa Tanjung Kemuning patut disuguhkan agar generasi muda saat ini tidak lupa akan sejarah desanya.
Berikut ulasan singkat sejarah terbentuknya Desa Tanjung Kemuning yang dikutip dari berbagai sumber.
Tanjung Kemuning berasal dari nama Tanjungan yang banyak ditumbuhi oleh pohon Kemuning. Pada jaman itu, pohon Kemuning kerap menjadi bahan baku sebagai gagang atau tangkai senjata tajam.
Pohon Kemuning memiliki kualitas yang sangat bagus untuk dijadikan gagang senjata tajam maupun peralatan lainnya. Namun, seiring berkembangnya jumlah penduduk, populasi pohon Kemuning kian menipis dan lama kelamaan habis.
Awalnya, Desa Tanjung Kemuning bernama Dusun Tanjung Kemuning. Dusun ini dihuni oleh tujuh rumah. Dusun Tanjung Kemuning pertama kali dibuka oleh Puyang Siak Kembang Layang yang berasal dari Nanti Giri Pasemah Sumatera Selatan (Sumsel).
Penghuni Dusun Tanjung Kemuning terdiri dari tiga jungku (keluarga) yakni, Puyang Depati Agung (anak Puyang Siak Kembang Layang). Jungku Depati Agung ini mengurus pemerintahan.
Kemudian, Puyang Pemangkuh Pute yang mengurus masalah keamanan dan Puyang Tande Kuase yang mengurus masalah pengobatan atau yang dikenal sebagai Tabib.
Seiring berkembangnya dunia, jumlah penduduk kian ramai, terpikirlah oleh para Puyang ini membentuk nama dusun yakni Dusun Tanjung Kemuning pada tahun 1873 dengan kepala Dusun (Depati) pertama kali bernama Kenamas.
Pada tahun 1986 dirubahlah nama Dusun Tanjung Kemuning menjadi Desa Tanjung Kemuning dengan Kepala Desa pertama kali yakni Mahaludin Senekap.
Pada tahun 2009, setelah pemekaran Kabupaten Kaur, Desa Tanjung Kemuning dimekarkan menjadi tiga yakni Desa Tanjung Kemuning I, Tanjung Kemuning II dan Desa Tanjung Kemuning III.
Meskipun sudah berdiri desa otonomi sendiri, namun masyarakat tiga desa ini tetap kompak dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Bagi masyarakat, hanya urusan administrasi pemerintahan saja yang berbeda namun mereka tetap yakin berasal dari Puyang yang sama.
Desa Tanjung Kemuning memiliki peninggalan sejarah yang menjadi kebanggaan dan sejarah Desa Tanjung kemuning yakni makam Puyang Siak Kembang Layang dan makam anak-anaknya yang terletak di Desa Tanjung Kemuning(**)
Sumber : https://jhoniansyahp.wordpress.com/2013/08/14/sejarah-terbentuknya-desa-desa-di-padang-guci-kabupaten-kaur/

Leave a comment