Nusantara Mails – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan tiga opsi mekanisme libur Ramadan yang akan diusulkan dalam rapat lintas kementerian dan lembaga.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa ketiga opsi tersebut masih berupa usulan dari masyarakat dan belum menjadi keputusan final bagi kementerian yang ia pimpin.
Opsi Pertama: Libur Penuh Selama Satu Bulan
Opsi pertama yang dipertimbangkan adalah pemberlakuan libur penuh selama satu bulan. Usulan ini didukung oleh ide untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan di tengah masyarakat selama Ramadan.
Opsi Kedua: Libur Awal dan Akhir Ramadan
Opsi kedua mengusulkan pola libur seperti yang diterapkan pada Ramadan sebelumnya. Dalam opsi ini, hari libur diberikan pada awal dan akhir Ramadan.
“Kalau yang berlaku sekarang, awal Ramadan libur, misalnya dua hingga lima hari di awal bulan, kemudian masuk seperti biasa. Menjelang Idul Fitri juga libur, biasanya dua atau tiga hari sampai rangkaian mudik selesai,” jelas Abdul Mu’ti saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta Pusat, Senin, 13 Januari 2025.
Opsi Ketiga: Tiada Libur Ramadan
Opsi ketiga yang dipertimbangkan adalah meniadakan libur khusus Ramadan, sehingga pelajar hanya mendapatkan libur pekanan seperti biasanya.
Baca Juga: Perkelahian Berujung Maut Bengkulu Selatan, di Warung Manisan Pelaku Habisi Nyawa Korban
“Semua usulan ini berasal dari masyarakat, dan kami memantau sebagai bagian dari aspirasi publik yang sehat dalam demokrasi karena melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik,” tambah Abdul Mu’ti.
Polisi Berhasil Amankan Tiga Terduga Pelaku Pengeroyokan Boni
Abdul Mu’ti juga menyebutkan bahwa pembahasan lebih lanjut mengenai mekanisme libur Ramadan akan dilakukan dalam rapat lintas kementerian, termasuk Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang dikoordinasikan oleh Kemenko PMK.

Leave a comment