Skip to content

Masyarakat Pelosok Rasakan Dampak Kenaikkan BBM Non Subsidi

Foto ilustrasi pertashop.(gambar : pertamina.id)

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada masyarakat pelosok di Kabupaten Kaur.

Warga mengaku biaya transportasi meningkat. Selain itu, harga sejumlah kebutuhan pokok juga ikut terdorong naik.

Sejumlah warga menyampaikan keluhan sejak harga BBM non subsidi mengalami penyesuaian.

Akibatnya, mereka harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk aktivitas sehari-hari.

Bahkan, sebagian warga mulai mengurangi perjalanan yang tidak mendesak.

Di sisi lain, para pengemudi angkutan barang juga merasakan tekanan yang sama.

Mereka mengaku biaya operasional meningkat cukup signifikan. Karena itu, sebagian pelaku usaha mulai menyesuaikan ongkos angkut.

Selanjutnya, kondisi tersebut memengaruhi harga barang di tingkat pedagang.

Beberapa pedagang menyebut biaya distribusi naik. Oleh sebab itu, mereka terpaksa menyesuaikan harga jual sejumlah komoditas.

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah antisipasi. Mereka ingin pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Selain itu, mereka juga berharap biaya transportasi tetap terkendali.

Kemudian, tokoh masyarakat mengingatkan pentingnya pengawasan pasar. Dengan pengawasan yang baik, kenaikan harga tidak berkembang secara berlebihan.

Karena itu, masyarakat meminta semua pihak ikut menjaga kondisi tetap kondusif.

Meski demikian, warga berusaha menyesuaikan pengeluaran rumah tangga. Mereka juga mulai mengutamakan kebutuhan pokok dibanding kebutuhan lainnya.

Dengan langkah tersebut, masyarakat berharap dapat menghadapi dampak kenaikan BBM non subsidi secara lebih baik.

Mengingat, banyak wilayah yang jauh dari SPBU. Warga mengandalkan BBM eceran guna memenuhi kebutuhan.

Selain itu, ada beberapa wilayah yang berpangku pada Pertashop yang menyediakan BBM non subsidi.

Pertalite di eceran kawasan pelosok harganya mencapai Rp 13.000 hingga Rp 14.000 perliter.

Sedangkan, eceran Pertamax dengan kenaikkan harga mencapai Rp 20.000 lebih perliternya.(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan