Skip to content

Mapolsek Rusak, Aparat Bergerak, Anak Bangsa Rusak, Negara ke Mana?

NUSANTARAMAILS.COM – Ketika Mapolsek dirusak atau dibakar, negara langsung tersentak. Aparat bergerak cepat, pasukan diturunkan, pelaku diburu tanpa kompromi. Tidak ada ruang untuk lamban. Tidak ada alasan untuk diam. Negara menunjukkan kuasanya.

Namun ketika yang rusak adalah anak bangsa, negara justru sering terlihat santai.

Generasi muda hancur oleh narkoba, dijerat jaringan kejahatan, kehilangan masa depan, dan pelan-pelan mati secara sosial.

Tapi di mana kehadiran negara? Di mana kegentingan yang sama? Mengapa kerusakan manusia tidak dianggap darurat?

Bangunan negara dijaga mati-matian, sementara manusia yang menjadi isi negara dibiarkan rusak satu per satu.

Ironisnya, narkoba tidak merusak dengan api dan asap. Ia bekerja senyap, sistematis, dan terorganisir. Korbannya bukan tembok, melainkan akal sehat, moral, dan masa depan. Tapi kejahatan sunyi ini justru kerap diperlakukan seolah bukan ancaman utama.

Ketika aparat sibuk merespons kerusuhan, bandar narkoba bebas merusak generasi. Ketika polisi menjaga simbol kekuasaan, para perusak masa depan justru nyaman beroperasi. Ini bukan sekadar kelalaian, ini kegagalan prioritas.

Jika satu Mapolsek rusak dianggap mencederai wibawa negara, maka jutaan anak muda yang rusak seharusnya dianggap runtuhnya masa depan bangsa.

Negara tidak boleh hanya tegas pada api yang membakar gedung, tetapi harus jauh lebih tegas pada racun yang membakar generasi. Jika tidak, kita patut curiga: negara sedang menjaga simbol, bukan menyelamatkan manusia.

Pertanyaannya kini bukan lagi siapa pelaku kerusakan Mapolsek, melainkan: siapa yang bertanggung jawab atas rusaknya anak bangsa?

Penulis: Dpr Jalanan

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan